85,06 % Restrukturisasi Kredit Perbankan di Sumut Diberikan pada 325.087 Debitur UMKM

Redaksi - Rabu, 10 Maret 2021 12:17 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/berita/dir032021/_4934_85-06---Restrukturisasi-Kredit-Perbankan-di-Sumut-Diberikan-pada-325-087-Debitur-UMKM.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Internet
Kepala OJK Regional 5 Sumbagut Yusup Ansori pada media gathering secara virtual melalui aplikasi zoom Senin (8/3), menyampaikan, IJK di Sumut telah menyalurkan restrukturisasi kepada 577.327 debitur di Sumut.

Medan (SIB)

Kepala OJK KR5 Sumatera Bagian Utara Yusup Ansori menyebutkan, sebagian besar restrukturisasi kredit perbankan di Sumatera Utara diberikan kepada debitur UMKM sebanyak 325.087 debitur atau 85,06 % dari total debitur dengan nilai outstanding kredit Rp16,16 trilliun.

Sedangkan untuk non UMKM sebanyak 57.098 debitur dengan nilai outstanding kredit Rp11,90 trilliun, ujar Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 5 Sumbagut Yusup Ansori kepada wartawan saat Media Gathering secara virtual, Senin (8/3).

Disebutnya, per 19 Februari 2021, industri jasa keuangan di propinsi ini telah menyalurkan restrukturisasi kredit/pembiayaan kepada 577.327 debitur dengan outstanding kredit Rp34,78 trilliun.

Realisasi restrukturisasi kredit tersebut berasal dari restrukturisasi bank umum sebanyak 377.969 debitur dengan outstanding kredit Rp27,85 trilliun, restrukturisasi BPR sebanyak 4.216 debitur dengan outstanding kredit Rp210 miliar dan restrukturisasi perusahaan pembiayaan sebanyak 195.142 debitur dengan nilai pembiayaan Rp6,72 trilliun.

Katanya, pertumbuhan kredit/pembiayaan macet berhasil ditahan dalam level yang aman dengan berjalannya kebijakan restrukturisasi.

Seiring dengan berjalannya kebijakan restrukturisasi kredit dan pembiayaan, pertumbuhan kredit/pembiayaan macet dapat ditekan sehingga kualitas kredit dapat dikontrol dalam profil risiko yang terjaga.

Terpantau per Januari 2021, sebutnya, total kredit bermasalah sektor perbankan berhasil tumbuh negatif 12,37 % atau turun ke angka Rp7,4 triliun setelah sebelumnya mencapai titik tertinggi di bulan April 2020 sebesar Rp8,52 triliun.

Sementara pada perusahaan pembiayaan, oustanding pembiayaan bermasalah menurun 41,95 % menjadi Rp455 miliar setelah sebelumnya menyentuh angka Rp784 miliar di bulan Juli 2020.

Menyinggung program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional), sebutnya, hingga 31 Januari 2021, penyaluran kredit dari penempatan dana pemerintah di Bank Sumut dan Bank Himbara di Sumatera Utara tercapai sebesar Rp15,91 triliun, diberikan kepada 282 .000 debitur.

Sementara itu, stimulus subsidi bunga/margin bagi debitur Bank Umum dan BPR/BPRS yang berkantor pusat di Sumatera Utara telah tercapai sebesar Rp8,65 miliar yang diberikan kepada 42.000 debitur.

Fintech Lending

Di kesempatan itu Yusup mengatakan, soal antusiasme masyarakat Sumatera Utara yang semakin tinggi dengan total akumulasi penyaluran pinjaman di Sumatera Utara tercapai sebesar Rp3,48 triliun, bertumbuh 106,29 % yoy.

Menurutnya, pertumbuhan itu tercermin dari pertumbuhan akumulasi rekening lender atau pemberi pinjaman di Sumut bertumbuh 26,27 % yoy menjadi 23.995 rekening dan akumulasi rekening borrower atau peminjam bertumbuh 92,58 % menjadi 963.298 rekening.

Penyaluran pembiayaan/pinjaman sektor Industri Keuangan Non Bank (IKNB) masih dapat bertumbuh positif.

Perusahaan Modal Ventura menyalurkan pembiayaan Rp54,28 miliar dengan pertumbuhan 6,79 % yoy per Januari 2021. Kemudian pergadaian swasta telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp33,36 miliar dengan pertumbuhan 2,759 % yoy per Desember 2020, seiring dengan bertambahnya jumlah entitas gadai terdaftar dari 2 di 2019 menjadi 10 di tahun 2020.

Perusahaan pembiayaan, sebut Yusup telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp15,38 triliun dengan pertumbuhan yang melambat, namun dalam profil risiko yang manageable, ditandai dengan menurunnya rasio NPF dari 3,03 persen per Desember 2020 menjadi 2,96 % per Januari 2021.

Investasi Dana Pensiun bertumbuh positif dimana tiga perusahaan Dana Pensiun di Sumatera Utara secara konsolidasi mencatatkan pertumbuhan yang positif.

Total asetnya mencapai Rp1,24 triliun dengan pertumbuhan 3,30 % yoy dan total investasi mencapai Rp1,1 triliun dengan pertumbuhan 6,66 % yoy.

Pertumbuhan kredit/pembiayaan macet berhasil ditahan dalam level yang aman dengan berjalannya kebijakan restrukturisasi. Hal ini seiring dengan berjalannya kebijakan restrukturisasi kredit pembiayaan, pertumbuhan kredit/pembiayaan macet dapat ditekan sehingga kualitas kredit dapat dikontrol dalam profil risiko yang terjaga, imbuhnya. (A1/f)

Sumber
: Hariansib edisi cetak

Tag:

Berita Terkait

Dalam Negeri

Antrean Panjang BBM di SPBU Krakatau Medan Picu Kemacetan

Dalam Negeri

Pastikan Bapokting Aman, Subdit I Indag Krimsus Polda Sumut Sidak Pasar di Medan

Dalam Negeri

Generasi Muda Dominasi Jumlah Investor di Sumut, Aset Terbesar Masih Milik Investor Senior

Dalam Negeri

Penrad Siagian Protes Alokasi Dana Pascabencana untuk Sumut Hanya Rp2,1 Triliun

Dalam Negeri

Brimob Bersenjata Lengkap Kawal Evakuasi Alat Berat Tambang Emas Ilegal Tapsel–Madina ke Batalyon C Sipirok

Dalam Negeri

Haris Muda Siregar Terpilih Aklamasi Pimpin IPSI Medan 2026–2030