TNI di Bali Gencarkan Patroli Wilayah Pascabom Bunuh Diri di Makassar

Redaksi - Senin, 29 Maret 2021 11:09 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/berita/dir032021/_2487_TNI-di-Bali-Gencarkan-Patroli-Wilayah-Pascabom-Bunuh-Diri-di-Makassar.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Foto Dok
Mayor Arm Ida Bagus Putu Diana Sukertia

Denpasar (SIB)

TNI di Bali merespons langsung pascaperistiwa bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan. Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf memerintahkan para Dandim dengan menggerakkan para Babinsa untuk melakukan patroli dan monitoring wilayah.

"Setelah terjadinya pengeboman di depan Gereja Katedral Makassar, maka kita Korem 163/Wira Satya dan jajaran mengintensifkan pengamanan dengan patroli dan monitoring mengantisipasi gangguan keamanan yang mungkin saja dilakukan oleh kelompok tidak bertanggung jawab yang ingin mengganggu ketertiban dan kondusifitas kehidupan masyarakat," kata Kapenrem 163/Wira Satya Mayor Arm Ida Bagus Putu Diana Sukertia melalui keterangan pers di Denpasar, Minggu (28/03).

Kapenrem menjelaskan patroli dan monitoring dilakukan pada tempat-tempat strategis dan vital seperti gereja-gereja di seluruh wilayah Bali. Terlebih pada hari Minggu merupakan waktu ibadah atau kebaktian bagi umat Nasrani sehingga keamanannya perlu dijamin. Pengamanan dilakukan bersinergi dengan semua unsur yang ada seperti kepolisian dan juga masyarakat.

"Kita berharap kondusifitas keamanan di Bali tetap terjaga dengan baik serta mengingatkan peran serta masyarakat untuk ikut menjaga wilayahnya masing-masing. Jika ada hal-hal yang mencurigakan segera untuk ditindaklanjuti dengan melaporkan kepada aparat terkait," kata Ida Bagus Putu.

Diketahui, ledakan bom bunuh diri terjadi di depan Gereja Katedral Makassar pada pukul 10.28 Wita. Saat ledakan terjadi, sejumlah jemaat gereja tengah beribadah di lokasi.

Pelaku bom bunuh diri diduga 2 orang dengan menggunakan sepeda motor. Pelaku sempat dicegah sekuriti Gereja Katedral Makassar saat akan masuk ke pelataran gereja.

Akibat peristiwa itu, 14 orang terluka yang terdiri dari sekuriti hingga jemaat Gereja Katedral Makassar. Sedangkan 1 pelaku dipastikan tewas. (Detiknews/a)

Sumber
: Hariansib.com edisi cetak

Tag:

Berita Terkait

Dalam Negeri

Tim Gabungan TNI-Polri Tertibkan PETI di Madina, 6 Excavator dan 6 Pekerja Diamankan

Dalam Negeri

Sahur On The Road Korem 023 KS Bersama Masyarakat

Dalam Negeri

Heboh, Istri TNI Selingkuh dengan 13 Prajurit

Dalam Negeri

Bappanas Kunjungi Pasar Balige, Harga Tergolong Stabil

Dalam Negeri

Rudal dan Drone Rusia Hujani Kyiv, Sejumlah Kota Ukraina Diguncang Ledakan

Dalam Negeri

Warga Lubuk Ampolu Minta Kasum TNI Bangun Tanggul Sungai