Aceh Tamiang(harianSIB.com)
Sebulan setelah banjir besar melanda Aceh dan Sumatera, kerusakan fasilitas kesehatan masih dirasakan di sejumlah desa di Kabupaten Aceh Tamiang. Kondisi tersebut ditemukan tim kesehatan PT Raya Padang Langkat (PT Rapala) saat mengunjungi desa-desa terdampak banjir, salah satunya Desa Seunebuk Aceh, Kecamatan Bendahara, Selasa (13/1/2025).
Banjir yang membawa lumpur tidak hanya merendam bangunan, tetapi juga merusak berbagai sarana dan prasarana kesehatan, termasuk alat kesehatan (alkes). Hampir 90 persen alkes yang biasa digunakan untuk menunjang pelayanan kesehatan dilaporkan rusak dan tidak dapat difungsikan kembali.
Tenaga kesehatan Desa Seunebuk Aceh, Linda Kesuma, mengatakan, banjir menggenangi desanya hingga delapan hari. Akibatnya, hampir seluruh prasarana kesehatan di Poliklinik Desa (Polindes) mengalami kerusakan.
"Banjir setinggi dada orang dewasa membawa lumpur dan merusak semua alat kesehatan yang ada di Polindes ini, seperti vaccine refrigerator, pengontrol suhu, dan stabilizer," ujar Linda.
Baca Juga: Pemko Medan Kirim Bantuan Alat Berat Bantu Percepatan Pemulihan Aceh Tamiang