Jakarta (SIB)- Sekitar 30 pedagang minuman kopi ilegal di Silang Timur Monas dirazia Satpol PP, polisi, TNI dan petugas keamanan Monas. Mereka yang mayoritas perempuan pun mengamuk dengan berteriak-teriak.Penangkapan PKL ilegal itu dilakukan sekitar 100 petugas dari TNI, polisi, Satpol PP dan petugas keamanan Monas di Silang Timur Monas, Jakarta Pusat, Rabu (19/2). Karena pedagang berteriak-teriak, maka suasana Monas pun menjadi panas.Pedagang diperbolehkan berjualan di lapangan IRTI Monas. Namun pedagang yang dirazia ini berdagang di dalam kawasan Monas.Razia ini dilakukan setelah petugas melakukan apel di Silang Barat Daya Monas. Mereka lalu menumpang kendaraan dinas masing-masing dan berhenti di Silang Timur Monas atau sejajar dengan Stasiun Gambir.Petugas langsung mengambil dagangan minuman kopi PKL ilegal tersebut. Terjadi tarik-menarik antara petugas. Pedagang yang mayoritas terdiri dari perempuan itu teriak-teriak."Kami dagang halal, masih saja dirazia. Kami punya anak, Bapak!" kata salah seorang ibu penjual kopi.Salah seorang pedagang kopi pingsan. Petugas juga berhasil membawa barang milik pedagang ke mobil pick up Satpol PP. Pedagang lalu dimintai identitas. Bila tidak membawa KTP, maka langsung digelandang ke mobil Satpol PP.Kapolsek Gambir AKBP Agung Marlianto mengatakan, razia ini dilakukan menyusul maraknya premanisme dan PKL ilegal di Monas."Kami menghindari bentrok ketika dirazia malam hari. Ini razia sudah direncanakan, bukan dadakan," ujar Agung. Tarik Motor TNIPKL wanita di Monas melawan saat dirazia oleh pasukan gabungan. Bahkan mereka sempat menarik motor anggota TNI yang terlibat dalam operasi penertiban itu.Petugas TNI, Polri dan Satpol PP menyisir kawasan Monas di Jakarta Pusat. Pedagang kopi yang biasa berkeliling di kawasan ini dirazia petugas. Para pedagang pria yang tidak memiliki KTP langsung dibawa petugas Satpol PP dengan mobil."Bapak pergi sana, pergi!" teriak seorang pedagang wanita kepada petugas TNI yang sedang melakukan razia di Monas.Petugas itu kemudian pergi dengan menggunakan motor. Namun begitu hendak jalan, 7 orang pedagang wanita memegangi motor anggota TNI itu. Akibatnya motor sulit jalan. Motor baru dilepaskan setelah petugas itu menoleh ke belakang.Para petugas menyisir PKL yang berada di dekat Stasiun Gambir. Selain menyasar PKL, razia ini juga dilakukan untuk menertibkan preman yang banyak berkeliaran di taman kota ini. (detikcom/d)