3 Capres Jenderal Kompak Dukung Netralitas TNI di Pemilu 2014

- Jumat, 21 Februari 2014 12:43 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/02/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Jakarta (SIB)- Wiranto, Pramono Edhie dan Endriartono Sutarto diundang untuk berkumpul dan bicara di depan 140 purnawirawan jenderal lainnya. Ketiganya kompak untuk mendukung netralitas TNI dan tak akan membentuk kubu untuk dukungan pencapresan.Wiranto diberi kesempatan pertama untuk bicara. Dia membuka pidatonya dengan sikap TNI di masa Orde Baru. Mantan Panglima ABRI ini mengatakan apa pun sikap yang pernah diambil di masa lalu, di zaman reformasi ini TNI harus netral."Saat itu tidak mungkin TNI netral, karena seorang pemimpin nasional harus menstabilkan negara. Nah, motor stabilitas adalah TNI dan politik," kata Wiranto di Mabes AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (20/2).Wiranto mengingat menjelang Pemilu 2009 lalu, banyak pihak yang meminta TNI diberi hak pilih. Namun dia tegas menentang hal itu."Sebenarnya posisi TNI di masa kini, saya masih ingat 2009 lalu banyak yang menghendaki TNI diberi hak pilih. Saya katakan waktu itu saya menentang 100 persen. Jangan ganggu netralitas TNI, itu harga mati!" tandas Ketum Hanura ini.Pramono Edhie yang yang bicara setelah Wiranto mengingatkan agar TNI tunduk pada konstitusi dengan menjaga netralitas. Tapi dia memberi peringatan lain bahwa keluarga TNI memiliki hak pilih yang harus digunakan."Netral itu bukan berarti tidak memilih, netral itu bukan golput, demokrasi Indonesia memberi kesempatan kepada kita, bukan tentaranya, tapi keluarganya boleh. Jangan mengambil jalur inkonstitusional, kalau mau membangun bangsa ambil jalan konstitusi," ujar anggota Dewan Pembina Partai Demokrat ini.Sementara Endriartono Sutarto mengingatkan agar TNI dan para purnawirannya tetap bersatu. Meski ada kompetisi di pencapresan, tak boleh ada persaingan yang negatif."Bagaimanapun silaturrahmi bagian dari budaya kita," ujar mantan Panglima TNI yang kini jadi peserta konvensi capres Partai Demokrat ini.Para capres jenderal ini diundang Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Budiman mengumpulkan para perwira purnawirawan di Mabes AD. Turut hadir dalam acara ini Jend TNI (Purn) Tri Sutrisno, Jend TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, Jend TNI (Purn) Hendro Priyono, dan Jend TNI (Purn) Luhut B Pandjaitan.Tanpa PrabowoTiga capres jenderal TNI berkumpul di Mabes AD dalam satu ruangan bersama 140 perwira tinggi purnawirawan TNI AD. Mereka berkumpul untuk menyamakan persepsi netralitas TNI AD dalam Pemilu 2014.Sebenarnya capres Gerindra Prabowo juga diundang dalam acara ini. Namun Prabowo tak datang karena ada acara lain."Kita dipanggil semua, itu netralitas dong. Kalau satu saja yang nggak dipanggil ya nggak netral," kata peserta konvensi capres PD yang juga mantan KSAD, Pramono Edhie, di Mabes AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (20/2)."Bagus ada tiga capres dari militer, kebetulan juga ada tiga capres dari TNI AD. Kalau ada Pak Prabowo jadi empat jenderal lho," lanjut adik ipar Presiden SBY ini.(detikcom/ r)


Tag:

Berita Terkait

Dalam Negeri

MK Kembali Tolak Gugatan Syarat Minimum S-1 buat Capres hingga Caleg DPR

Dalam Negeri

Komisi II DPR Bakal Tanya KPU soal Tak Buka Ijazah Capres-Cawapres Tanpa Izin

Dalam Negeri

KPU Keluarkan Keputusan, Tak Bisa Buka Dokumen Ijazah Capres-Cawapres ke Publik

Dalam Negeri

Dalang Penembakan Capres Miguel Uribe Ditangkap

Dalam Negeri

Kandidat Capres Ditembak, Pemerintah Kolombia Tawarkan Hadiah Rp 12 Miliar

Dalam Negeri

Kandidat Capres Kolombia Ditembak dari Belakang Kepala