Jakarta (SIB)- Pemerintah Jepang akan menghormati apapun hasil pemilihan umum Indonesia yang akan dilaksanakan pada April dan Juli 2014, demikian dinyatakan Atase Informasi dan Kebudayaan Kedutaan Besar Jepang untuk Jakarta Shindo Yusuke di Jakarta, Jumat (21/2/2014)."Pemilu Indonesia adalah urusan internal Indonesia. Kami hanya berharap siapapun yang akan memimpin Indonesia nanti, dapat memberi kontribusi yang baik bagi peningkatan hubungan bilateral Jepang-Indonesia" kata Shindo dalam kunjungannya ke Antara.Pada pertemuan Jumat tersebut, Shindo memberikan presentasi mengenai kebijakan pertahanan Jepang serta kekhawatiran Jepang terhadap pengembangan teknologi nuklir China dan Korea Utara.Sebelumnya Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry dalam kunjungannya ke Indonesia minggu ini juga menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan pemilu di Indonesia."Indonesia adalah mitra penting bagi AS. Tapi kami menyerahkan kepada masyarakat Indonesia untuk memilih pemimpinnya sendiri. Apapun hasil pemilu nanti, saya yakin hubungan AS dan Indonesia akan semakin kuat," kata Kerry.Indonesia akan menggelar pemilihan umum legislatif pada 9 April mendatang diikuti dengan pemilihan presiden pada 9 Juli 2014. Persiapan PenyelenggaraanPemilu 2014 dinilai telah lebih baik dibandingkan pada Pemilu periode sebelumnya, demikian menurut Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). "Dilihat dari beberapa indikator, saya melihat Pemilu 2014 akan lebih baik dari penyelenggaraan Pemilu 2009 silam," kata Deputi Direktur Perludem, Veri Junaedi.Salah satu terobosan yang dilakukan oleh pihak penyelenggara pemilu, dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) adalah memberikan kesempatan lebih besar kepada masyarakat untuk bisa berpartisipasi.Dia menilai peluang warga untuk bisa menggunakan hak pilihnya dalam pemilu kali ini lebih besar dibandingkan pada Pemilu 2009, karena pendaftaran masih dibuka hingga hari-H pemungutan suara.Menurut dia, sejak 2013, pemerintah sudah menyiapkan pemetaan berupa rencana dan desain terkait pelaksanaan Pemilu dan Pilpres 2014. Namun yang perlu dipastikan, menurut dia adalah bagaimana persiapan tersebut benar-benar matang dan bisa dijalankan dengan baik ketika hari pemungutan suara dilaksanakan. Tak kalah penting, dikatakannya, adalah perlunya sosialisasi pemilu kepada masyarakat agar mau menggunakan hak pilihnya."Misalnya apa yang bisa dilakukan Kemendikbud untuk mendorong tingkat partisipasi pemilu, itu menurut saya harus mulai dijalankan," katanya. (Ant/f)