IKAL: Kebijakan Energi Nasional Perlu Reorientasi

- Rabu, 24 Februari 2016 17:02 WIB
Jakarta (SIB)- Ikatan Keluarga Alumi Lemhanas (IKAL) 49 menilai arah kebijakan politik tentang energi nasional memerlukan kajian dalam kerangka reorientasi yang bertumpu pada tiga pilihan tujuan yaitu ketahanan, kemandirian dan kedaulatan. "Dalam proses implementasi untuk mencapai tujuan kebijakan energi nasional perlu dikombinasikan dengan dinamika kondisi energi global yang akan berdampak pada penyesuaian dan perubahan orientasi atas kebijakan yang ada, sehingga dapat terkendali dampaknya pada ketahanan energi nasional secara jangka panjang,” ujar anggota IKAL 49 Sampe L Purba dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (24/2).Dia mengatakan, fenomena tingginya konsumsi energi dalam negeri dan ketergantungan terhadap  sumber energi fosil juga terkait dengan harga minyak dunia serta konstelasi geopolitik yang terjadi sehingga membuat Indonesia harus melakukan reorientasi terhadap kebijakan energi yang ada.Hal yang harus diperhatikan saat ini, katanya, yakni penemuan cadangan energi baru, langkah antisipasi turunnya harga minyak dunia yang sudah di bawah 30 dolar AS per barel, ketidakseimbangan produksi, pengolahan dan konsumsi, serta marjin pengelolaan kilang yang rendah sehingga mengharuskan adanya penyesuaian dalam tataran  kebijakan dan implementasi."Kebijakan energi harus tepat sasaran pada prioritas, konsistensi alokasi dan relokasi sumber daya juga diperlukan agar ketahanan energi nasional bisa tercapai," ungkapnya.Dengan kondisi saat ini, menurut Sampe, baik industri migas dan jasa penunjang migas serta industri energi lainnya perlu mendapatkan dukungan.Sementara itu, Rektor Universitas Darma Persada Dadang Solihin memaparkan bahwa pengembangan energi alternatif dan terbarukan merupakan bagian terintegrasi dalam konteks energi nasional. Menurut dia, untuk mencapai pengembangan energi alternatif terbarukan diperlukan kebijakan yang bersifat diversitas dengan melibatkan perguruan tinggi dan industri yang didukung oleh adanya insentif  dan alokasi anggaran. “Kita harapkan agar pemerintah dalam menetapkan dan melaksanakan kebijakan energi selalu berorientasi pada ketahanan menuju kemandirian dan kedaulatan energi nasional yang berkesinambungan” kata Dadang.  (Ant/h)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Pria Asal Kisaran Ditemukan Tewas di Depan Ruko Jalan TB Simatupang

Ekonomi

Delpin Barus Apresiasi Polda Sumut Bongkar Tambang Emas Ilegal di Tapsel-Madina

Ekonomi

DPRD Sumut Soroti Tawuran Belawan Diduga Terkait Narkoba

Ekonomi

Mantan Kadis PUPR Sumut Dituntut 5,5 Tahun Penjara di Tipikor Medan

Ekonomi

PLN UID Sumut Nyalakan Listrik Gratis bagi 136 Rumah Tangga Prasejahtera Lewat Program Light Up The Dream

Ekonomi

PLN UIP SBU dan Srikandi PLN Berbagi Takjil untuk Pengemudi Ojol di Medan