Medan (SIB)- Mei 2016 nilai ekspor Sumut turun, sementara impor naik. Kepala BPS (Badan Pusat Statistik) Sumut Wien Koesdiatmono kepada wartawan di kantornya awal Juli 2016, menjelaskan, nilai ekspor melalui pelabuhan muat di wilayah Sumatera Utara mengalami penurunan dibanding April 2016 yakni dari 622,02 juta dolar AS menjadi 582,78 juta dolar AS. Sementara itu nilai impor Sumut April 2016 atas dasar CIF (Cost, insurance and Freight) sebesar 313,10 juta dolar AS atau naik sebesar 9,43 % dibandingkan April 2016 yang mencapai 286,11juta dolar AS.Di satu sisi, penurunan nilai ekspor terbesar Mei 2016 terjadi pada golongan lemak dan minyak hewan/nabati sebesar 26,40 juta dolar AS(18,33%), sedangkan peningkatan nilai ekspor terbesar terjadi pada golongan karet dan barang karet sebesar 13,08 juta dolar AS (16,81%)." Ekspor ke Amerika Mei 2016 yang terbesar yakni 79,43 juta dolar AS, diikuti Tiongkok 51,55 juta dolar AS dan India sebesar 39,82 juta dolar AS. Kontribusi ketiga negara ini mencapai 29,31 %," ujar Wien.Sedangkan untuk kawasan Asia (di luar ASEAN) mengalami penurunan terbesar dengan nilai 67,42 juta dolar AS (-27,97%).Pangsa ekspor terbesar untuk kawasan ASEAN yakni Kamboja, Myanmar dan Malaysia masing-masing 19,60 juta dolar AS,18,84 juta dolar AS dan 13,65 juta dolar AS.Sedangkan negara utama lain yang mempunyai pangsa ekspor besar bagi Sumut yakni Jepang 37,49 juta dolar AS, Rusia 32,69 juta dolar AS, Pakistan 18,07 juta dolar AS dan Belanda 17,54 juta dolar AS.Berdasarkan kontribusinya terhadap keseluruhan ekspor Januari-Mei 2016, kontribusi ekspor sektor industri sebesar 79,76 %,sektor pertanian 20,21 %,sektor lainnya 0,02 % dan kontribusi ekspor sektor pertambangan dan penggalian 0,01 %.ImporApril 2016, produk yang mengalami peningkatan impor terbesar yakni golongan bahan bakar mineral sebesar 21,31 juta dolar AS (51,16 %), sedangkan golongan barang yang mengalami penurunan nilai impor terbesar yakni pupuk sebesar 8,95 juta dolar AS (-42,82%)." Nilai impor Mei 2016 dari Tiongkok terbesar yakni 75,74 juta dolar AS dengan perannya mencapai 24,19 % dari total impor Sumut, disusul Singapura 59,79 juta dolar AS (19,10%) dan Malaysia 30,18 juta dolar AS (9,64%)," katanya. (A2/h)