Dunia Kecantikan Sumbang 20 Persen Pertumbuhan Ekonomi Nasional

- Kamis, 29 September 2016 17:27 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2016/09/hariansib_Dunia-Kecantikan-Sumbang-20-Persen-Pertumbuhan-Ekonomi-Nasional.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Dok
Eddi Mak CFP EEP bersama ahli gizi alumni Amerika Serikat Jansen, Dr Aldila Ika Miranty dan konsumen platelet rich plasma (PRP) Franscisca di Meojjida Skin Care Jalan Setia Budi Medan, Rabu, (28/9).
Medan (SIB)- Eddi Mak CFP EEP, pengadopsi teknologi kecantikan Korea pertama di Indonesia, di Medan, Rabu (28/9) mengatakan, pertumbuhan ekonomi dari sektor dunia kecantikan melebihi pertumbuhan ekonomi nasional. Jika pemerintah memprediksi pertumbuhan ekonomi 5,9 persen maka dunia kecantikan tumbuh di atas 10 persen. Pertumbuhan itu menyumbang 20 persen dari pertumbuhan ekonomi nasional."Sejak krisis ekonomi dunia di 2009, dunia kecantikan Indonesia justru tumbuh di atas 10 persen. Simpel saja perhitungannya, sebab semua orang termasuk lelaki ingin cantik," tegasnya di Meojjida Skin Care Jalan Setia Budi No. 90 KL/99TJ, Kel Tanjung Rejo, Medan Sunggal, Medan.Bersama sejumlah praktisi dunia kecantikan di antaranya ahli gizi alumni AS Jansen, Dr Aldila Ika Miranty dan konsumen platelet rich plasma (PRP) Franscisca, Eddi Mak mengatakan, teknologi PRP kini sangat populer di Hollywood dan Korea serta merambah ke Indonesia. Menurutnya, sejalan dengan program pemerintah yang menggenjot pertumbuhan ekonomi dari sektor kecantikan, pihaknya mengadopsi teknologi PRP dari Korea. "Tetapi, bahannya dari Indonesia karena harus disesuaikan dengan kulit orang Indonesia yang hidup di daerah tropis. Dengan cara itu, pertumbuhan ekonomi dunia kecantikan Tanah Air semakin menggeliat," tegas Eddi Mak.Mengibarkan nama Meojjida sebagai klinik kecantikan pertama yang menggunakan teknologi skin care Korea di Medan ujarnya, pihaknya ingin menyumbang pertumbuhan ekonomi secara nasional. "Bisa dibayangkan, industri kecantikan tak semata butuh tenaga kerja yang otomatis membuka lapangan kerja, transfer teknologi yang memberi pengetahuan teknologi serta hal lain seperti dibutuhkannya dokter," paparnya.Mengenai banyaknya klinik kecantikan, Eddi Mak bilang, Meojjida Skin Care tumbuh seirama dengan konsumen yang butuh kecantikan. "Jadi sesuai dengan kebutuhan publik, sebab dunia kecantikan modern tak dapat terpisahkan dari pengadopsian teknologi terbarukan."Sebelumnya, dari Jakarta, PR Konsultan Meojjida Skin Care Ratna Beawiharta menjelaskan, seiring dengan perkembangan satu negara di mana publiknya membutuhkan penampilan, tidak ada lagi batasan bagi pria dan perempuan tampil cantik. "Di kota terkemuka dunia, pria metroseksual membutuhkan penampilan yang prima. Apalagi perempuan, lebih memprioritaskan," tegas perempuan yang menghabiskan sebagian kariernya di dunia digital tersebut. (R9/h)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Lapas Kelas I Medan Panen Kangkung

Ekonomi

Mulai Hari Ini, Tarif Parkir Roda 2 dan 4 di Medan Turun Rp1000

Ekonomi

Demi Kekhusyukan Ramadan, Kapolrestabes Medan: Jauhi Asmara Subuh dan Saur on the Road

Ekonomi

Kejari Batubara Tuntut Hukuman Mati Dua Terdakwa Kasus Sabu 24,7 Kg dan Ekstasi 22,1 Kg

Ekonomi

Polsek Siantar Timur Gerak Cepat Tindaklanjuti Laporan Keributan, Warga Diberi Imbauan Kamtibmas

Ekonomi

Timbul Jaya Sibarani Dorong Pemulihan Irigasi Terintegrasi di Simalungun–Pematang Siantar