Pabrik Pengolahan Karet dan Sawit Lonsum di Sumut Raih Sertifikat Proper Biru

- Senin, 13 Januari 2014 16:40 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/01/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Medan (SIB)- PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (Lonsum) menerima anugerah sertifikat Proper (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup) berwarna biru untuk 2 unit industrinya yakni Rubber Factory di Sei. Rumbiya Estate Kecamatan Kota Pinang Kabupaten Labusel dan Pabrik Kelapa Sawit di Turangie Estate Kecamatan Salapian Kabupaten Langkat, akhir tahun lalu di Kantor Gubsu Medan.Hal itu dikatakan Ikrama Anwar, Corporate Communication Department PT Lonsum Tbk,  berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 349 tahun 2013 tentang Hasil Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam pengelolaan Lingkungan Hidup.Sertifikat Proper peringkat biru untuk kedua tempat tersebut telah dinilai "cukup" dalam 3 kriteria yaitu: Penilaian Proper dalam Pengendalian Pencemaran Air, penilaian Proper dalam Pengendalian Pencemaran Udara dan  penilaian Proper dalam pengendalian pengelolaan limbah B3.Sertifikat biru diberikan kepada Lonsum sejak periode penilaian 2012-2013, diharapkan tahun mendatang Lonsum bisa menerima Proper Hijau berdasarkan pertimbangan antara lain, yaitu:  Lonsum merupakan satu-satunya perusahaan di Sumatra Utara yang telah memperoleh sertifikat RSPO dan ISPO sekaligus, dan merupakan perusahaan yang memperoleh sertifikat ISPO pertama di Sumatera Utara.Tim Lonsum berperan aktif dalam agenda yang diadakan oleh Lingkungan hidup baik KLH RI maupun BLHD seperti  ikut dalam pembahasan Rancangan Peraturan Pemerintah terkait Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Khusus untuk Kelapa Sawit.  Ikut dalam beberapa diskusi terbatas dalam “Persepsi Kelompok lndustri dan Bisnis Terhadap Program dan Kinerja KLH” yang digunakan dalam evaluasi dan penyusunan Rencana Strategis KLH mendatang.  Berpartisipasi aktif dalam finalisasi perencanaan pelaporan pengelolaan dan pemantauan lingkungan secara online berbasis Web yang diadakan  Pusat Pengelolaan Ekoregion Sumatra dan BLHD Langkat.Kemudian menjadi sukarelawan untuk penelitian LCA (Life Cycle Assessment) untuk industri kelapa sawit (Turangie POM) yang akan dijadikan dasar untuk penetapan perhitungan emisi gas rumah kaca.  Beberapa penghargaan yang telah diperoleh PT PP London Sumatra Indonesia Tbk.Sedikit berbeda dengan sertifikat RSPO yang dikeluarkan  Badan Sertifikasi RSPO atau pun Sertifikat ISPO yang dikeluarkan oleh Departemen Pertanian, Sertifikat Proper ini dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup, pada pelaksanaannya dilakukan oleh BLH setempat, dimana dalam objek penilaiannya tidak terbatas terhadap industri palm oil, namun menilai seluruh industri yang menjadi peserta Proper, terhadap ketaatan pengelolaan lingkungan hidup.Dikatakan, Pabrik Kelapa Sawit Lonsum yang berlokasi di Kalimantan Timur (Pahu Makmur Palm Oil Mill), pada tahun 2013 ini memperoleh sertifikasi Proper Hijau dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Sementara di Pabrik Karet Lonsum di Sulawesi Selatan (Palangisang Rubber Factory) mendapatkan Proper Biru. (R6/d)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Tesla Tersalip Volkswagen dan BYD, Strategi Banting Harga Jadi Senjata Bertahan di 2026

Ekonomi

Mahasiswa Ekonomi Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli Studi Manajemen Produksi di PKS Adolina

Ekonomi

Ditinggal Pemilik Hadiri Acara, Pabrik Tahu di Sergai Dilalap Si Jago Merah

Ekonomi

Bangun Tembok di DAS Bah Bolon, PT Pabrik Es Diminta Hentikan Pekerjaan

Ekonomi

Kebakaran Pabrik Sandal Swallow di Medan Deli Belum Padam hingga Rabu Siang

Ekonomi

Pabrik Sandal di Medan Deli Dilalap Api, Penyebab Masih Diselidiki