Medan (SIB) -Selama sesi perdagangan pada hari, Rabu (9/11), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus diperdagangkan di zona merah.Pengamat ekonomi Sumatera Utara Gunawan Benjamin kepada wartawan mengatakan, Rabu sore (9/11), proses perhitungan suara Pilpres AS menekan kinerja IHSG.Alasannya sebut Gunawan, Donald Trump kerap mengungguli pesaingnya dari Partai Demokrat Hillary Clinton."Hal inilah yang mengakibatkan tekanan yang begitu besar terhadap sejumlah indeks bursa di Asia," katanya.Selain IHSG, lanjutnya, bursa Nikkei Jepang turun lebih dari 5%. Bursa di Australia turun nyaris mendekati 2%. Hang Seng turun lebih dari 2%, Bursa Singapura (STI) turun sekitar 1,3% menjelang sesi penutupan. "Kemenangan Donald Trump saat ini bagaikan sebuah kejutan yang tak terduga," ungkap Gun.Karena sebelumnya nyaris banyak survei mengunggulkan Hillary, terlebih setelah FBI menyatakan bahwa Hillary Clinton bersih dari skandal.Bursa saham dunia saat itu langsung merespon positif keputusan FBI, sekaligus menjadi indikator kuat bahwa kemenangan Hillary tinggal selangkah lagi. Namun fakta justru berbicara lain. Donald Trump menjadi Presiden AS setelah Barack Obama. Respon pasar memang negatif terkait dengan kemenangan Donald Trump tersebut.IHSG turun bahkan lebih dari 2%. Namun IHSG kembali berbalik dan perlahan menutup kerugiannya dibandingkan dengan kinerjanya di sesi perdagangan Rabu pagi.Menjelang sesi penutupan, kinerja IHSG melemah di kisaran 1%.Yang paling terpukul dengan kemenangan Donald Trump, kata Gun, adalah bursa Dow Jones sendiri.Sementara Dow Fut yang menunjukkan indikasi pergerakan Dow Jones sempat anjlok lebih dari 700 poin, yang mengindikasikan melemahnya kinerja bursa Dow Jones nantinya.Nilai Tukar RupiahGunawan menambahkan, pada sesi perdagangan, Rabu pagi (9/11), rupiah sempat melemah hingga ke level 13.288 per dolar AS. Pelemahan terjadi saat proses perhitungan tengah berlangsung. Namun rupiah berangsur-angsur membaik kinerjanya. Bahkan saat perhitungan suara di AS selesai, rupiah langsung berbalik menguat.Menjelang sesi penutupan perdagangan Rabu pukul 15.40 WIB, rupiah diperdagangkan di kisaran 13.020 per dolar AS.Selama Rabu kemarin, rupiah bergerak liar dengan membentuk rentang harga perdagangan yang sangat lebar.Ia menyebut volatilitas pada mata uang rupiah sangat lebar Rabu. Hal yang sama juga dirasakan pada hampir semua mata uang yang ada di Asia."Kemenangan Donald Trump membuat dolar AS terpuruk. Tren pelemahan dolar AS yang memicu terjadinya penguatan pada sejumlah mata uang dunia termasuk rupiah," katanya. Harga EmasSaat dolar AS melemah, harga emas dunia diyakini akan kembali menguat. Tren penguatan harga emas tersebut membuat harga emas domestik mengalami kenaikan pada perdagangan Rabu.Harga emas rata-rata mengalami kenaikan sebesar Rp10.000 per gram menjadi Rp546.000-an per gram, setelah proses perhitungan suara di AS selesai.Di pasar Asia, kata Gunawan, harga emas naik sekitar 1,7 % di kisaran 1.290 dolar AS per Ons Troy nya. Kenaikan harga emas tersebut mengerek kenaikan harga emas domestik. Meski demikian di saat rupiah melemah hingga mendekati 13.300 per dolar AS, emas lokal sempat melonjak sekitar Rp20.000 per gramnya. Namun memang berbalik setelah rupiah menguat mendekati level Rp13.000. (A2/h)