Medan (SIB)- Harga emas menguat setelah di waktu bersamaan the FED atau Bank Sentral AS juga memberikan outlook atau gambaran yang tidak begitu baik terhadap perekonomian AS ke depan, dan harga emas kian melambung seiring dengan hajatan Pemilu di Eropa."Hal inilah yang semula menjadi pemicu kenaikan harga emas dunia," ujar Pengamat Ekonomi Gunawan Benyamin kepada wartawan, Selasa (11/4).Ia mengatakan, saat ini emas juga dirudung isu-isu negatif seperti memburuknya masalah politik di kawasan Timur Tengah setelah AS melancarkan rudal jelajah ke kawasan suriah. Apa yang dilakukan AS tersebut diyakini akan memicu terjadinya respon lanjutan dari lawan AS seperti Rusia.Harga emas masih kerap terkoreksi saat dirudung ekspektasi kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS. Dalam jangka pendek, isu mengenai perang di Timur Tengah ini akan menjadi hal yang paling dominan dalam mempengaruhi harga emas dan akan sangat bergantung kepada perkembangan terakhir di Suriah serta masalah geopolitik di belahan negara lainnya.Jika mengacu kepada harga emas dunia dan nilai tukar rupiah di kisaran 13.280 per dolar. Maka harga emas saat ini diperdagangkan di kisaran harga Rp 537 ribu per gramnya.(A2/c)