Petani Tiga Binanga Mengeluh

Harga Jagung Membaik, Namun Hasil Panen Merosot Tajam Akibat Kemarau

- Rabu, 05 Juli 2017 22:52 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/dir072017/hariansib_Harga-Jagung-Membaik--Namun-Hasil-Panen-Merosot-Tajam-Akibat-Kemarau.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Mitcha Sebayang
SEPI: Dampak kemarau, sejumlah Gudang Pemipil jagung di Kecamatan Tiga Binanga terlihat sepi saat panen raya tiba. Foto dipetik, Selasa (4/7).
Tanah Karo (SIB)- Harga jagung terus membaik menjelang pasca masa panen di sejumlah Kecamatan Tiga Binanga di Kabupaten Karo. Terpantau harga jagung pilpilan di sejumlah gudang pilpilan Tiga Binanga mencapai sekitar Rp3.500-Rp 3.600/Kg.Meskipun harga jagung membaik, namun sejumlah petani jagung di Kecamatan Tiga Binanga penanaman awal bulan Februari mengaku masih rugi. Karena hasil panen normalnya menghasilkan 250 goni, akibat kemarau panjang, hanya mendapat 210 goni.Hal tersebut dikeluhkan sejumlah petani jagung Kecamatan Tiga Binanga seperti Irwan Sebayang (45), Captu Sebayang (73) dan Sabarkita Sembiring (53) kepada SIB, Selasa (4/7) di pemipilan jagung Marlan Sebayang di Pametar Tiga Binanga."Kondisi buah jagung tidak normal seperti panen sebelumnya. Ukurannya kecil-kecil karena kekurangan air," ucapnya.Ironisnya, kata Captu Sebayang, penanaman pada pertengahan Maret, banyak tanaman jagung petani yang sedang berbunga terkena dampak kekeringan sehingga terancam gagal panen. Sebagai petani jagung ia mengaku tidak bisa berbuat banyak, akibat kemarau yang berkepanjangan buah jagung tidak berkembang dengan baik, ujarnya.Ia menambahkan, petani sangat mengeluhkan hasil panen yang merosot tajam akibat kemarau. Kita petani harus cari pinjaman untuk menanam kembali, ungkapnya.Sebayang juga menuturkan, sekitar 95 persen petani di Tiga Binanga mengandalkan perekonomian dari bertanam jagung. Namun akibat kondisi cuaca ekstrem saat ini, tentunya berdampak buruk bagi kelangsungan hidup warga sekitar. Bahkan akibat kemarau tersebut aktivitas petani juga terhenti, karena selama ini petani lebih mengandalkan bertanam jagung, walaupun ada tanaman lain seperti kemiri serta kakao, ujarnya.Robinson Ginting (48), salah seorang pedagang jagung yang ditemui SIB di gudang pemipil milik Tambang Perangin-angin menyebutkan, kemarin harga jagung dibelinya antara Rp3.400-Rp 3.500/Kg, namun sangat disayangkan, penanaman jagung kena dampak kemarau sehingga hasil panennya hanya mencapai 70-80%, sementara untuk penanaman akhir Maret, para petani terancam gagal panen. (B03/h)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Pelindo Multi Terminal Branch Sibolga Gelar Program “Pelindo Berbagi Ramadhan 2026”

Ekonomi

Besok, Pemadaman Listrik di Wilayah Tapteng

Ekonomi

Terima Kunjungan Diplomatik Thailand, Gubernur Bobby Nasution Bahas Peluang Kerja Sama Perfilman dan Pendidikan

Ekonomi

Gaji Lembur Relawan SPPG Dermaga Berkah Diduga Digelapkan

Ekonomi

Diduga Gunakan Vape Berisi Narkoba, Selebgram DJ Wanita Ditangkap

Ekonomi

Ramadan Ceria, Komunitas FFC Kota Tebingtinggi Berbagi Takjil ke Pengguna Jalan