Medan (SIB)- Sejumlah ATM bank mengalami gangguan layanan akibat gangguan (anomali) pada satelit Telkom-1. Hingga saat ini bank-bank tersebut masih berupaya melakukan pemulihan dengan mengalihkan koneksi dari satelit yang terganggu ke satelit Telkom 3S ataupun satelit lainnya.Namun untuk membantu layanan penyediaan uang tunai, Bank Indonesia sebagai otoritas Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah siap mendukung perbankan dalam melayani transfer dana masyarakat."BI juga memastikan bahwa sistem BI Real Time Gross Settlement (BI-RTGS), Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI), dan Bank Indonesia Scripless Securities Settlement System (BI-SSSS) berjalan dengan normal,"kata Kepala Kantor Bank Indonesia Wilayah Sumut, Arief Budi Santoso, dalam menyambungkan press rilis dari BI Pusat, Senin (28/8). Hal itu diungkapkannya sehubungan adanya keluhan nasabah terutama yang bergerak di bidang bisnis, karena Jumat malam hingga Minggu pekan lalu mereka sulit untuk melakukan transaksi di ATM. Apalagi ATM sangat menunjang dalam kelancaran usahanya.Selanjutnya Arief mengatakan, untuk mengantisipasi kebutuhan uang tunai di masyarakat, BI mendukung ketersediaan uang tunai di perbankan.Untuk wilayah Sumut, kata Arief, BI terus memantau perkembangan pemulihan gangguan dan terus berkoordinasi dengan perbankan dan lembaga-lembaga terkait.Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi contact center masing-masing bank atau Bank Indonesia Contact Center (BICARA) 131Sementara salah seorang pelaku usaha online shop, Nur Af mengatakan, Jumat malam hingga Minggu pekan lalu ia sulit untuk melakukan transaksi di ATM. Apalagi ATM sangat menunjang dalam kelancaran usahanya."Sekarang sudah bisa untuk ATM mandiri, sebab tadi siang pelanggan saya sudah bisa membayar perbelanjaannya dengan lancar, kalau ATM lain saya kurang tau," katanya.Minggu kemarin yang sempat merasa khawatir dengan rusaknya jaringan ATM, sebab dapat menganggu usaha online shopnya"Saya sempat khawatir, dua hari saya tunggu tunggu transferan pembayaran pelanggan, sempat berpikir ada penipuan pelanggan, dan lain lain, tapi ternyata memang jaringan yang bermasalah, tapi sekarang saya lega," ujarnya.Anomali satelitAnomali satelit Telkom-1 yang terjadi pada Jumat (25/8) berakibat pada pergeseran pointing antena satelit Telkom-1, sehingga semua layanan transponder satelit Telkom-1 terganggu. Gangguan satelit Telkom-1 turut membuat ribuan ATM perbankan tidak dapat dioperasikan. Menanggapi hal ini, Kasubbagian Informasi dan Dokumentasi Kantor Regional 5 OJK Sumatera Bagian Utara, Yovvi Sukandar mengatakan, sebagaimana arahan pusat diketahui bahwa gangguan ATM disebabkan oleh adanya pergeseran posisi satelit (bukan hilang). "Oleh karena itu, kepada nasabah di Sumut yang ingin menggunakan ATM diharapkan memilih ATM yang menggunakan jalur fiber optik hingga menunggu kondisi kembali normal,"katanya Senin (28/8).Dalam hal ini, lanjutnya, terdapat transaksi nasabah yang belum direalisasikan sementara dananya sudah terdebet, dengan kondisi seperti ini agar cepat menginformasikan hal tersebut kepada bank yang bersangkutan."Dengan berkurangnya saldo nasabah, tetapi uang tidak keluar, maka terkait hal ini, segera lapor ke pihak bank yang bersangkutan. kepada bank terkait untuk penyelesaian atau rekonsiliasinya sehingga tidak boleh ada nasabah yang dirugikan akibat risiko operasional ini," ungkapnya. (A02/h)