Investor Timur Tengah Butuh Jaminan Kelancaran Infrastruktur untuk Berinvestasi

- Kamis, 08 Februari 2018 20:48 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2018/02/hariansib_Investor-Timur-Tengah-Butuh-Jaminan-Kelancaran-Infrastruktur-untuk-Berinvestasi.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Dok
DESAIN PERADI: Ketua DPD Peradi Sumut MR Banuara Sianipar SH CPR dan Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UINSU Dr Zulham SHI MHum menunjukkan desain khas Peradi, Selasa (6/2), Ketua DPC Peradi Deliserdang Jonni Silitonga, Ketua Panitia PKPA tahun 2018, Johan
Medan (SIB) -Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Sumut MR Banuara Sianipar SH CPR mengatakan, investor dari negara-negara di Timur Tengah membutuhkan jaminan kelancaran infrastruktur untuk berinvestasi di Indonesia. Infrastruktur dalam arti luas tak semata pada sarana dan prasarana jalan serta turunannya, tapi juga regulasi mulai keadministrasian serta perangkat hukum. "Kalau bicara hukum pasti yang dibutuhkan adalah lawyer yang mahir bahasa Arab. Alumni Fakultas Syariah dan Hukum UINSU pastilah mahir berbahasa Arab," tegasnya, Selasa (6/2), didampingi Ketua DPC Peradi Deliserdang Jonni Silitonga, Ketua Panitia Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) tahun 2018, Johan Alamsyah, Sekretaris Lukman Nasution, Bendahara Yohana Melvani SH dan anggota Saddan Lubis.Memberi sambutan dalam menindaklanjuti kerja sama Fakultas Syariah dan Hukum UINSU -  Peradi di bawah pimpinan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Luhut MP Pangaribuan, Banuara Sianipar mengatakan Peradi mengajak alumni Fakultas Syariah dan Hukum di Tanah Air khususnya UINSU melirik profesi pengacara karena ceruk yang terbuka luas sehubungan era perdagangan bebas. "Asia kan jadi wilayah sangat menggiurkan bagi investor timur Tengah. Bila ahli hukum tidak memahami bahasa Arab, ceruk tersebut dapat diisi pihak lain. Padahal, idealnya diisi oleh alumni Fakultas Syariah dan Hukum," paparnya.Ia menunjuk investasi Arab dengan komitmen investasi di 2017 yang mencapai 7 miliar dolar. Di lain hal, sedikitnya 16 negara Timur Tengah juga melirik sejumlah wilayah di Tanah Air sebagai basis investasi. Ada pula program Familiarization Trip for Ambassadors of Middle East Countries Promoting Cooperation in The Field of Trade, Tourism and Invesment untuk menggaet investor dari Oman, Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, Iraq, Palestina, Libanon, Maroko, Yaman, Sudan, Mesir, Maroko, Tunisia dan Libya. "Semua itu membutuhkan mitra yang mahir berbahasa Arab. Jika berbahasa Inggris, sudah lazim tapi ahli hukum dalam memahami naskah dalam bahasa Arab, masih minim. Ceruk itulah yang dharapkan Peradi diisi oleh alumni Fakultas Syariah dan Hukum," tegas Banuara Sianipar.Menanggapi hal terseut, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UINSU Dr Zulham SHI MHum menambut positif. Ia memahami, sejak fakultas yang dipimpinnya bertransformasi menjadi seperti nama sekarang, ada sedikitnya 400 alumni yang belum ada terserap ke dunai beracara. "Tahap awal kerja sama dengan Peradi pada kegiatan. Ke depan ke banyak bidang termasuk praktik magang, kemudian merekomendasikan dosen-dosen kita yang memiliki keahlian khusus untuk menjadi saksi ahli dari advokat-advokat Peradi dan lain sebagainya," ujarnya.Tentang PKPA, Ketua Peradi Deliserdang Jonni Silitonga mengatakan, kegaitan diadakan mengindahkan UU No 18 Tahun 2003 tentang advokat serta ingin melahirkan advokat berintegritas dan berkualitas dalam beracara. "Beracara bukan hanya di pengadilan tapi di banyak bidang. Bahkan yang 'tren' adalah di luar pengadilan. Merujuk tentang investor dari Timur Tengah, tentu membutuhkan lawyer yang masih berbahasa Arab," ujarnya.Ketua Panitia PKPA 2018 Peradi Sumut - Deliserdang Johan Alamsyah SH MHum mengatakan kegiatan diadakan pada Maret 2018. "Pendaftaran dimulai 1 Februari hingga 10 Maret di sekretariat tersebut serta Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Jalan Williem Iskandar Pasar V, Medan Estate dengan Muhammad Junaidi SHI," jelasnya sambil mengurai pendaftaran PKPA di Peradi Sumut Jalan Brigjend Katamso 301 B, Medan dan Sekretariat DPC Peradi Deliserdang di Jalan Besar KNIA No. 72 Desa Dalu X A,  Tanjung Morawa serta Fakultas Syariah dan HUKUM UINSU Jalan Williem Iskandar Pasar V, Medan Estate dengan Muhammad Junaidi SHI. Pendaftaran hingga 10 Maret dan kegaitan dimulai pertengahan Maret 2018. (R10/h)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Rico Waas Tekankan Sinergi Tripartit untuk Perkuat Iklim Investasi dan Lapangan Kerja

Ekonomi

63 dari 100 Perkara di Palas Kasus Narkotika, Kejari: Dipicu Faktor Ekonomi

Ekonomi

Haris Muda Siregar Terpilih Aklamasi Pimpin IPSI Medan 2026–2030

Ekonomi

Warga Desa Harenoro dan Sisarahililaza Sambut Baik Proyek Listrik Desa, Berikan Lahan dan Tenaga Gratis

Ekonomi

Boydo Panjaitan Bantah Aksi Tolak SE Wali Kota Bawa Simbol Agama

Ekonomi

MPKW Sumut-Aceh Gelar Perayaan Paskah 11 April 2026, Perkuat Kebangkitan Pendidikan Kristen