Kolang-Kaling Raya Simalungun Diekspor ke Filipina dan Vietnam

- Selasa, 14 Mei 2019 10:35 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/berita/dir052019/5332_Kolang-Kaling-Raya-Simalungun-Diekspor-ke-Filipina-dan-Vietnam.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Jheslin M Girsang
KOLANG-KALING: Truk kontainer bermuatan goni berisi kolang-kaling siap diekspor dari Raya Kabupaten Simalungun menuju Negara Filipina, Senin (13/5).
Simalungun (SIB) -Bulan suci Ramadan 1440 H membawa berkah. Permintaan kolang-kaling meningkat signifikan, bahkan diekspor dari Raya Kabupaten Simalungun ke Filipina dan Vietnam.

"Sebanyak 18 ton dipasarkan ke Filipina dalam seminggu ini," ujar Reno Karno Saragih, agen pengumpul kolang-kaling di Raya, Senin (13/5).

Selain ke Filipina, katanya, kolang-kaling asal Raya juga memasuki Vietnam. Pemasarannya selalu mencapai target, minimal 18 ton sebulan.

Untuk bisa mencukupi target tersebut, pihak Reno berusaha mengumpulkan kolang-kaling dari berbagai daerah. Basis penghasil kolang-kaling seperti Limag, Tumbukan Dalig, Pangalbuan, Bangun Selamat, Daligraya, Sinaman Labah, Bagaduh, Partuakan dan beberapa daerah lainnya di Kabupaten Simalungun.

"Kita juga berupaya mengumpulkan kolang-kaling dari luar Kabupaten Simalungun bahkan sampai ke Sidikalang-Dairi, Pahae, Tarutung. Dalam seminggu harus bisa dikirimkan 18 ton ke Filipina atau Vietnam lewat pelabuhan Belawan," ujarnya.

Ia mengakui, permintaan pasar selama Ramadan sangat tinggi. Selain ke Filipina dan Vietnam, kolang-kaling Raya juga tembus ke Pasar Induk Keramat Jati Jakarta, Pasar Caringin Bandung, sejumlah pasar di Surabaya dan Bogor.

Menurut Reno, masuknya komoditi kolang-kaling Raya ke Filipina dan Vietnam setelah dijalin kerjasama dengan PT Furnindo Sagala Perkasa yang berkantor pusat di Tanah Tinggi-Jakarta. Kualitas kolang-kaling Raya dinilai bagus sehingga sangat diminati konsumen dari luar daerah.

Terpisah, Kepala Desa (Pangulu) Limag Raya, Kuatman Saragih mengutarakan, bulan suci Ramadan membawa berkah bagi petani dan perajin kolang-kaling. Berpenduduk sekitar 1.000 jiwa, Desa Limag menjadi salah satu incaran para agen pengumpul kolang-kaling.

"Kurang lebih 120 KK (kepala keluarga) di Desa Limag sebagai perajin kolang-kaling. Sementara harga kolang-kaling naik semenjak bulan Ramadan ini, dari kisaran Rp 7 ribu menjadi Rp 9.000 sampai Rp 9.500/Kg," urainya. (S05/d)

Berita Terkait

Ekonomi

Pedagang di Tapteng Sebut Harga Komoditas Belum Stabil

Ekonomi

Kinerja 100 Hari, Polrestabes Medan Ringkus 718 Tersangka Narkoba. Sita 156 Kg Sabu

Ekonomi

Polda Sumut Intensifkan Patroli Subuh Selama Ramadhan

Ekonomi

Ramadan 1447 H, Pemkab Labura Ajak 8 Ustadz Kunjungi Delapan Masjid

Ekonomi

Sungai Simanggar Alami Sedimentasi, Bupati Batubara Minta Penanganan Cepat PSDA Provinsi Sumut

Ekonomi

Sebulan Diburon, Polsek Tanjungmorawa Tangkap Pelaku Curanmor