Jelang Imlek, Impor Buah hingga Kacang Almond Melonjak

Redaksi - Kamis, 16 Januari 2020 15:11 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/01/3972_Jelang-Imlek--Impor-Buah-hingga-Kacang-Almond-Melonjak.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
okezone.com
Impor Buah RI Naik Jelang Imlek

Jakarta (SIB)

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat peningkatan impor buah-buahan pada Desember 2019 dibandingkan November 2019. Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan impor buah-buahan tercatat US$ 236,6 juta dolar AS naik 37,28% dibandingkan periode November 2019 US$ 172,28 juta.

Dia menjelaskan peningkatan ini terjadi karena kebutuhan Hari Raya Imlek pada 25 Januari 2020 mendatang.

"Ada beberapa barang yang mengalami peningkatan impor seperti gula dan kembang gula. Juga buah-buahan untuk kebutuhan imlek," kata Suhariyanto dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Rabu (15/1).

Dia mengungkapkan jenis buah yang mengalami peningkatan seperti apel, jeruk mandarin, kelengkeng, jeruk segar, dan kacang almond kupas.

Pada Desember 2019, Indonesia mencatatkan kinerja impor jeruk Mandarin sebesar US$ 55,07 juta meningkat US$ 42,23 juta dari tahun sebelumnya yang sebesar US$ 12,83 juta.

Kemudian untuk apel BPS mencatat terjadi pertumbuhan impor sebesar 23,62% dari US$ 56,16 juta di November 2019 menjadi US$ 69,43 juta di Desember 2019. Lalu untuk kelengkeng impornya naik 84,54% dari US$ 10,83 juta menjadi US$ 19,89 juta.

Sementara untuk jeruk segar naik 343,52% dari US$ 469 juta menjadi US$ 2,08 juta dan kacang almond kupas mengalami lonjakan impor sebesar 126,56% dari US$ 1,12 juta di November 2019 menjadi US$ 2,55 juta di Desember 2019.

Secara keseluruhan, BPS mencatatkan nilai impor pada Desember 2019 mencapai US$ 14,5 miliar. Angka tersebut turun tipis, yaitu sebesar 5,47% jika dibandingkan dengan November 2019. Sementara secara year on year (yoy) kinerja impor mengalami penurunan sebesar 5,62% dari US$ 15,37 miliar pada Desember 2018.

Suhariyanto menjelaskan, penurunan impor secara month to month terjadi baik untuk sektor migas maupun non migas. Namun secara year on year, terjadi peningkatan impor migas dan penurunan yang cukup tajam di sektor non migas.

"Bisa dilihat kalau penurunan impor terjadi baik untuk migas yang turun 0,06% dan non migas 6,35 % secara month to month.

Sedangkan dari Desember 2018 ke Desember 2019, impor juga turun namun penyebabnya berbeda. Impor migas selama Desember 2019 itu meningkat 5,33% dan sebaliknya impor non migas turun agak tajam 7,28%," jelas dia. (detikFinance/d)

Berita Terkait

Ekonomi

Polrestabes Medan: Percut Sei Tuan Tertinggi Kasus Judi dalam 100 Hari

Ekonomi

Polres Simalungun Pantau Harga Sembako Jelang Ramadan, Beras Premium Rp14.200-Rp16.000/Kg

Ekonomi

Imlek 2577, Lampion Merah Semarakkan Wajah Kota Pematangsiantar

Ekonomi

Indosat Luncurkan SATSPAM+ Ramadan, Klaim Lindungi WhatsApp Call dari Penipuan

Ekonomi

Bobby Afif Nasution Gaungkan Gerakan ASRI di Pantai Sorake, Serukan Wisata Bersih

Ekonomi

DPRD Kota Medan Soroti Bangunan Tanpa PBG, Antonius Tumanggor Desak Penindakan