Untuk Menggerakkan Perekonomian di Tengah Ancaman Ketidakpastian Ekonomi Eksternal

Presiden Jokowi Perintahkan Kementerian Percepat Realisasi Belanja

Redaksi - Rabu, 12 Februari 2020 12:18 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_2255_Presiden-Jokowi-Perintahkan-Kementerian-Percepat-Realisasi-Belanja--.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Antara
Presiden Joko Widodo menyampaikan pengarahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/2/2020).

Bogor (SIB)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan kementerian dan lembaga untuk mempercepat realisasi anggaran agar mampu menggerakkan sektor-sektor perekonomian di tengah ancaman ketidakpastian ekonomi eksternal akibat meluasnya wabah virus corona.

"Membelanjakan anggaran-anggaran yang ada di setiap kementerian seawal mungkin akan jadi sebuah pengungkit bagi meredupnya ekonomi global yang sedang tidak bersahabat karena adanya serangan virus corona," kata Presiden Jokowi dalam sidang kabinet paripurna di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/2).

Presiden Jokowi memberikan tenggat waktu sebelum bulan Februari 2020 berakhir, seluruh kementerian dan lembaga sudah mengakselerasi pencairan anggaran.

Kepala Negara memberi contoh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang sudah mencairkan anggaran untuk membangun infrastruktur kanal air di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada awal Februari 2020 ini. Kemudian juga Kementerian Sosial yang sudah mencairkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan di awal kuartal I 2020 ini.

"Saya juga berharap dana desa bisa langsung segera direalisasikan sehingga desa-desa mendapat pengungkit daya beli dan konsumsi masyarakatnya akan tak terganggu," ujar Presiden Jokowi.

Pada awal 2020 sumber ketidakpastian ekonomi global bertambah setelah meluasnya wabah virus corona yang telah merenggut nyawa lebih dari 1.013 individu.

Perekonomian China - yang merupakan mitra besar sektor perdagangan dan investasi bagi Indonesia - diperkirakan akan melambat pada kuartal I tahun ini.

Pemerintah Indonesia berharap ekonomi Indonesia tidak terganggu dengan transmisi potensi perlambatan ekonomi China.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah merencanakan untuk menambah slot penerbangan bagi maskapai dari Timur Tengah dan Asia Timur, agar meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan mendongkrak sektor pariwisata. Kebijakan ini diambil Kemenhub sebagai kompensasi setelah menerbitkan larangan penerbangan dari dan ke daratan China untuk mengantisipasi penularan virus corona.

China setiap tahunnya berkontribusi dengan kunjungan dua juta wisatawan mancanegara ke sektor pariwisata Indonesia.

Selain sektor pariwisata, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan wabah virus corona juga berpotensi mengganggu pasokan bahan baku farmasi dari China ke dalam negeri.

Terganggunya pasokan bahan baku obat dari China karena Pemerintah "Negeri Panda" tersebut memperpanjang libur tahun baru Imlek hingga pertengahan Februari 2020 sehingga mengganggu proses produksi. (Ant/q)

Berita Terkait

Ekonomi

Brimob Polda Sumut Gelar Patroli Skala Besar, Antisipasi 3C dan Begal di Medan

Ekonomi

Balap Liar Ganggu Arus Lalu Lintas di Depan Mie Gacoan-SPBU Simpang Mangga Rantauprapat

Ekonomi

Pemko Medan Bantah Larang Jualan Daging Non Halal, M Sofyan: Menata Usaha Agar Tertib

Ekonomi

IGD Tetap 24 Jam, RSU Haji Medan Atur Jadwal Rawat Jalan Saat Ramadan

Ekonomi

Antisipasi Penyakit Masyarakat saat Ramadan, Polres Tanah Karo Amankan 10 Orang dari Rumah Kost

Ekonomi

DPD Kombat Deliserdang Bagikan Ratusan Paket Takjil di Sunggal