Semen Indonesia: Ketergantungan Impor Aspal Dapat Teratasi dengan Beton

Redaksi - Kamis, 13 Februari 2020 11:50 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_5853_Semen-Indonesia--Ketergantungan-Impor-Aspal-Dapat-Teratasi-dengan-Beton.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
medcom.id
Ilustrasi : beton

Jakarta (SIB)

PT Semen Indonesia Tbk menyebutkan bahaya laten ketergantungan impor aspal dalam pembangunan infrastruktur di era Presiden Joko Widodo dapat diatasi dengan penggunaan beton dalam setiap pembangunan.

Direktur Pemasaran & Supply Chain Semen Indonesia Adi Munandir mengatakan saat ini bahan baku aspal mayoritas berasal dari luar negeri atau impor, hanya sebagian kecil kebutuhan aspal dapat terpenuhi dari dalam negeri.

"Jalan menggunakan aspal harus impor 71 persen. Bayangkan, kita harus impor USD421 juta di 2018," kata Adi di JCC, Jakarta, dilansir dari Metrotv, Rabu (12/2).

Adapun, sebanyak 56 persen dari penggunaan aspal tersebut digunakan untuk road maintenance dan perbaikan jalan. Menurutnya penggunaan barang impor seperti ini akan terus menghantui Indonesia kalau tidak ada perubahan.

Apalagi, tahun ini pemerintah telah mengumumkan rencana pembangunan jalan tol baru sepanjang 2.000 km, jalan nasional sepanjang 2.500 km dan 25 bandara baru. Pembangunan infrastruktur itu membutuhkan aspal yang tidak sedikit.

Oleh karena itu, Semen Indonesia menawarkan penggunaan beton sebagai solusi dari ketergantungan impor yang saat ini dialami Indonesia. Menurutnya produksi semen yang melimpah di Indonesia bisa digunakan sebagai bahan dasar pembuatan beton.

Beton pun dinilai lebih awet ketimbang aspal dan dapat memberikan efek domino berupa penghematan.

"Kalau kita ubah dengan beton, beton punya kemampuan kekuatan lebih panjang, setiap tahun tidak perlu dilakukan perbaikan major seperti halnya aspal. Beton memiliki kekuatan yang lebih baik. Secara long time jelas beton punya peluang lebih baik. Kabar baiknya," jelas dia.

Ia pun mentaksir, dari perhitungan produksi semen yang saat ini berlebih (over capacity) yang kemudian digunakan sebagai bahan dasar beton akan menghemat sampai USD244 juta.

"Di Indonesia, industri dalam negeri over capacity, kita punya banyak semen. Berapa yang kita bisa Hemat dari impor aspal, USD244 juta. Kalau kita gunakan beton, Untuk jalan 8.704 km, kita bisa hemat Hemat Rp106 triliun rupiah," pungkasnya. (M20/q)

Berita Terkait

Ekonomi

Cadenazzi Borong Dua Gol, PSMS Hajar Sumsel United

Ekonomi

Sapa Warga di Bantaran Sungai Babura, Rico Waas Tegaskan Komitmen Respons Cepat dan Tepat Sasaran

Ekonomi

Pemko Medan Luncurkan PKH Adil Makmur Bantu Warga Kurang Mampu

Ekonomi

Jamintel Kejagung Paparkan Pengawasan DD, Ini Respon Bupati Labura

Ekonomi

Tujuh Rumuh di Desa Kutabangun Karo, Diterjang Angin Puting Beliung

Ekonomi

Kapolri Kunker ke Polda Sumut, Kirim 22 Truk Bantuan ke 3 Daerah Terdampak Bencana