Medan (SIB)
Keberadaan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah? (UMKM) berperan penting menggerakkan ekonomi di Kota Medan. Apalagi, Medan dikenal sebagai kota perdagangan dan jasa, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, batik, rotan, bordir, makanan ringan dan lainnya.
"Guna terus membesarkan usahanya, kami sebagai pembina, terus mensosialisasi agar pelaku UMKM tidak takut menambah modal, sebab berperan besar terhadap kemajuan suatu usaha, apalagi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas. Tapi modal juga perlu didukung kemauan yang kuat, sumber daya, teknologi, kemasan dan sebagainya," ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan melalui Kepala Bidang Risnata Sugiati Tambunan saat menjadi pemateri dalam seminar Sosialisasi Layanan Pinjam Meminjam Berbasis Teknologi Informasi bertema 'Mengakses Pembiayaan Melalui Layanan Pinjam Meminjam Berbasis Teknologi Informasi untuk UMKM' dilaksanakan PT Smartec Teknologi Indonesia, di Hotel Aston, Kamis (13/2).
Kebutuhan terhadap modal, bilangnya, semakin terasa ketika UMKM hendak meningkatkan usahanya. Modal bisa didapat dengan cara meminjam, tapi harus jeli agar jangan terjebak pinjaman online ilegal.
Di hadapan puluhan pelaku UMKM yang hadir dalam kegiatan, Risnata menuturkan, ada 1.000 UMKM binaan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan yang terus bergerak meningkatkan perekonomian. Namun harus diakui, bagi yang baru memulai usaha sangat jarang dilirik perbankan. Tapi hendaknya jangan sampai mematahkan semangat untuk terus berkreasi, meningkatkan kualitas dan kuantitas.
Sementara, Senior Vice President of Smartec Technology Indonesia, Arnolds menyebutkan, kegiatan ini merupakan ajang sosialisasi dan edukasi mengenai layanan perusahaan fintech (financial technology) di sektor peer to peer lending, mengenalkan produk dan layanan industri fintech yang telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Melalui kegiatan ini, katanya, mereka ingin mengenalkan produk Bantu Saku untuk membantu UMKM di Kota Medan, yakni dari sisi pembiayaan tepat dan cepat. "Kami ingin Bantu Saku berkontribusi untuk menaikkan kelas para pelaku usaha di kota ini," tegasnya.
Berdasarkan data, Kota Medan peringkat tiga terbesar peminjam di Bantu Saku. Tetapi para pelaku UMKM harus teliti ketika hendak melakukan pinjaman online. "Jika sudah minta akses data di luar peraturan OJK yang meliputi kamera, mikrophone dan lokasi dipastikan itu ilegal," terangnya.
Dia meyakini, terdapat batas antara kebutuhan pembiayaan dengan akses dan proses pembiayaan yang tersedia saat ini. Melalui teknologi ini, diharap dapat lebih menjangkau lebih banyak unsur masyarakat untuk dapat mengakses pembiayaan.
Pengamat Pembiayaan Kota Medan, Lukmanul Hakim Lubis menguraikan, ada beberapa fungsi pembiayaan bagi pelaku UMKM. "Mulai dari peningkatan daya saing, kapasitas produksi, perluasan akses pasar, peningkatan pengelolaan akuntansi keuangan, riset pengembangan produk, saluran pemasaran, dan pendampingan usaha," tuturnya.
Dia juga menuturkan jenis-jenis lembaga pembiayaan, yakni perbankan, koperasi simpan pinjam, pemerintah, modal patungan dan pinjaman online berbasis teknologi.
Turut menyampaikan materi, pelaku UMKM, Marina Sofia yang bercerita tentang usahanya. Acara juga diisi tanya jawab dan pemberian cinderamata.(Rel/R14/c)