Pekan Ini! RI Ekspor 100 Ton Beras ke Arab Saudi

Redaksi - Selasa, 18 Februari 2020 14:30 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_7465_Pekan-Ini--RI-Ekspor-100-Ton-Beras-ke-Arab-Saudi.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
cnbcindonesia.com
Buwas menuturkan bahwa pihaknya akan mengekspor 8 kontainer beras renceng ke Arab Saudi. Namun, hingga saat ini izinnya baru ke luar untuk 5 kontainer atau 100 ton.

Jakarta (SIB)

Perum Bulog bakal mengekspor 100 ton beras ke Arab Saudi pekan ini. Direktur Utama (Dirut) Bulog, Budi Waseso (Buwas) mengatakan beras tersebut akan diekspor dalam kemasan renceng.

"Iya ke Arab Saudi kan minggu ini sudah mulai perdananya untuk masuk ekspor," kata Buwas usai menghadiri rapat koordinasi kebijakan pangan di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (17/2).

Sebelumnya, Buwas menuturkan bahwa pihaknya akan mengekspor 8 kontainer beras renceng ke Arab Saudi. Namun, hingga saat ini izinnya baru ke luar untuk 5 kontainer atau 100 ton.

"Ya izinnya baru bisa 5 kontainer ya segitu dulu. Tonasenya kurang lebih 20 kg x 5 kontainer ya 100 ton ke Arab Saudi. Tapi sudah kemasan, yang diminta itu dulu," terang Buwas.

Hingga saat ini Bulog berupaya menjajaki pasar ekspor beras. Hal itu dilakukan sebagai upaya menyalurkan beras Bulog yang semakin memenuhi gudang. Apalagi, mengingat di Maret-April mendatang diprediksi panen raya beras menghasilkan 2,7 juta ton.

"Ada berapa saya jajaki tapi yang baru putus kan Arab Saudi. Artinya di sini sudah ada peluang kita ekspor. Jadi nanti kalau panen raya itu kan 2,7 juta ton yang harus diserap oleh Bulog, ya nggak ada masalah. Nanti kita ekspor ke beberapa negara insyaallah," papar mantan Kepala BNN tersebut.

Sebagai informasi, Buwas sebelumnya mengatakan, beras renceng itu dibeli pengusaha. Beras itu nantinya menyasar konsumen masyarakat Indonesia yang menjadi TKI ataupun yang sedang ibadah di Arab.

"Yang 250 gram, jadi itu akan digunakan untuk konsumsi di Arab Saudi adalah dari masyarakat Indonesia yang menjadi TKI di sana, termasuk yang melaksanakan ibadah," di DPR, Jakarta, Rabu (5/2).

Beras renceng tersebut memiliki berat 200 gram. Sehingga, masyarakat kecil dapat membeli beras sekali porsi makan. Dengan harga yang terjangkau dipastikan masyarakat tidak perlu pusing lagi mengenai harga beras yang dinilai masih mahal. (detikfinance/d)

Berita Terkait

Ekonomi

Pedagang di Tapteng Sebut Harga Komoditas Belum Stabil

Ekonomi

Kinerja 100 Hari, Polrestabes Medan Ringkus 718 Tersangka Narkoba. Sita 156 Kg Sabu

Ekonomi

Polda Sumut Intensifkan Patroli Subuh Selama Ramadhan

Ekonomi

Ramadan 1447 H, Pemkab Labura Ajak 8 Ustadz Kunjungi Delapan Masjid

Ekonomi

Sungai Simanggar Alami Sedimentasi, Bupati Batubara Minta Penanganan Cepat PSDA Provinsi Sumut

Ekonomi

Sebulan Diburon, Polsek Tanjungmorawa Tangkap Pelaku Curanmor