Awal Tahun, Impor Migas RI Melonjak 19,95 Persen

Redaksi - Selasa, 18 Februari 2020 14:41 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_8841_Awal-Tahun--Impor-Migas-RI-Melonjak-19-95-Persen.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
money.kompas.com
Ilustrasi

Jakarta (SIB)

Badan Pusat Statistik (BPS) meleporkan, neraca dagang sektor migas mengalami defisit sebesar 1,18 miliar dollar AS pada Januari 2020. Angka tersebut jauh lebih tinggi jika dibandingkan Januari 2019 yang mengalami defisit sebesar 421 juta dollar AS.

Defisit neraca dagang migas pada Januari 2020 juga lebih tinggi dibandingkan Desember 2019 yang mengalami defisit sebesar 1 miliar dollar AS.

Realisasi perdagangan sektor migas juga menjadi penyebab utama neraca dagang Januari 2020 mengalami defisit sebesar 864 juta dollar AS. Sebab, sektor non migas justru mencatatkan surplus sebesar 317 juta dollar AS.

Defisit neraca migas pada Januari 2020, diakibatkan ekspor yang turun lebih tajam, sementara impor migas justru mengalami kenaikan.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, nilai ekspor migas sepanjang Januari 2020 sebesar 805,9 juta dollar AS, anjlok 34,7 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya yakni sebesar 1,2 miliar dolar AS.

"Nilai ekspor Januari 2020 turun 3,71 persen. Ekspor migas turun 34,73 persen, sementara non migas turun lebih landai, yakni 0,69 persen," kata Suhariyanto di Kantor BPS, Jakarta, Senin (17/2).

BPS juga mencatat volume ekspor migas mengalami penurunan sebesar 12,03 persen, yakni dari 2,4 juta ton pada Januari 2019 menjadi 2,1 juta ton pada Januari 2020. Kemudian, nilai impor migas sepanjang Januari 2020 sebesar 1,9 miliar dolar AS, naik 19,95 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya, dengan nilai sebesar 1,65 milir dollar AS.

Berdasarakan data yang dimiliki BPS, melonjaknya impor migas utamanya diakibatkan meroketnya nilai impor gas sebesar 107,86 persen.

"Impor migass naik 19,95 persen. Nilai impor minyak mentah naik 12,78 persen, nilai hasil minyaknya naik 7,8 persen. Tetapi yang paling utama peningkatan nilai gas, naiknya lumayan tinggi kalau dibandingkan year on year (secara tahunan), 107 persen," ucap Suhariyanto.

Secara lebih rinci, realisasi impor minyak mentah sepanjang Januari 2020 sebesar 514 juta dollar AS, naik 12,78 persen. Kemudian, impor hasil minyak sebesar 1,1 miliar dolar AS tumbuh 7,89 persen. Adapun impor gas sebesar 369 juta dolar AS, meroket 107,86 persen dari periode yang sama pada tahun sebelumnya. (Kompas.com/d)

Berita Terkait

Ekonomi

Pedagang di Tapteng Sebut Harga Komoditas Belum Stabil

Ekonomi

Kinerja 100 Hari, Polrestabes Medan Ringkus 718 Tersangka Narkoba. Sita 156 Kg Sabu

Ekonomi

Polda Sumut Intensifkan Patroli Subuh Selama Ramadhan

Ekonomi

Ramadan 1447 H, Pemkab Labura Ajak 8 Ustadz Kunjungi Delapan Masjid

Ekonomi

Sungai Simanggar Alami Sedimentasi, Bupati Batubara Minta Penanganan Cepat PSDA Provinsi Sumut

Ekonomi

Sebulan Diburon, Polsek Tanjungmorawa Tangkap Pelaku Curanmor