Bulog Usul Impor Gula 200.000 Ton, Mendag Pikir-pikir Dulu

Redaksi - Kamis, 20 Februari 2020 14:57 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_9965_Bulog-Usul-Impor-Gula-200-000-Ton--Mendag-Pikir-pikir-Dulu.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
finance.detik.com
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mentatakan, pemerintah tidak main-main soal membuka keran impor. 

Jakarta (SIB)

Perum Bulog mengusulkan pemerintah untuk segera mengimpor gula kristal putih (GKP) atau gula pasir konsumsi. Alasannya lantaran harga yang terus melonjak.

Menanggapi hal itu, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mentatakan, pemerintah tidak main-main soal membuka keran impor. Usulan itu akan dibahas terlebih dahulu dengan pemangku kepentingan lain melalui rapat koordinasi terbatas (rakortas).

"Semua itu kan berdasarkan rakortas, jadi sesuai rakortas ya kita keluarkan. Tidak serta merta kita main keluarkan. Karena harus ada koordinasi dengan kementerian lain," ujarnya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/2).

Agus menekankan, keputusan impor ditentukan melalui rakortas agar ada pertimbangan. Dengan begitu keputusan impor GKP bisa tepat sasaran.

Dia khawatir jika terlalu mudah membuka keran impor akan merusak harga. Lalu yang akan dirugikan petani gula dalam negeri.

"Jangan sampai merusak petani kita, harganya jangan terlalu murah tidak boleh, terlalu mahal ya apa lagi terlalu mahal," tuturnya.

Untuk mengantisipasi kenaikan harga gula konsumsi yang terus melambung, pemerintah sudah mulai mengeluarkan stok untuk melakukan operasi pasar.

Sebelumnya untuk mengantisipasi harga semakin melonjak, Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi mengusulkan agar pemerintah segera mengimpor GKP.

"Banyak pihak yang minta kalau Bulog harus punya stok (gula). Kita sampaikan itu ke rapat koordinasi (rakor) bahwa kami butuh untuk stabilisasi harga," ungkap Tri di Kantor Pusat Bulog, Jakarta, Rabu (19/2).

Pasalnya, panen tebu untuk memenuhi kebutuhan produksi gula dalam negeri masih jauh, yakni setelah Hari Raya Idul Fitri yang jatuh di bulan Mei. Sedangkan, di bulan Ramadan dan Idul Fitri saja kebutuhan akan gula dipastikan meningkat.

Ia mengusulkan agar volume GKP yang diimpor sekitar 200.000 ton. Namun, ia belum mengetahui negara asal impornya dari mana karena usulan ini belum disetujui oleh pemerintah. (detikfinance/q)

Berita Terkait

Ekonomi

Pedagang di Tapteng Sebut Harga Komoditas Belum Stabil

Ekonomi

Kinerja 100 Hari, Polrestabes Medan Ringkus 718 Tersangka Narkoba. Sita 156 Kg Sabu

Ekonomi

Polda Sumut Intensifkan Patroli Subuh Selama Ramadhan

Ekonomi

Ramadan 1447 H, Pemkab Labura Ajak 8 Ustadz Kunjungi Delapan Masjid

Ekonomi

Sungai Simanggar Alami Sedimentasi, Bupati Batubara Minta Penanganan Cepat PSDA Provinsi Sumut

Ekonomi

Sebulan Diburon, Polsek Tanjungmorawa Tangkap Pelaku Curanmor