Kapitalisasi Pasar Telkom Melorot Rp 22 Triliun dalam 8 Hari, karena Statement Erick Thohir?

Redaksi - Sabtu, 22 Februari 2020 17:18 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_6781_Kapitalisasi-Pasar-Telkom-Melorot-Rp-22-Triliun-dalam-8-Hari--karena-Statement-Erick-Thohir-.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
kompas.com
Ilustrasi

Jakarta (SIB)

Kapitalisasi saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk ( Telkom) terus merosot dalam 10 hari belakangan seiring dengan turunnya harga saham. Pada 12 Februari lalu saham Telkom masih berada di kisaran Rp 3.800 per saham, dan menapaki posisi harian tertinggi di posisi Rp 3.850. Namun harga tersebut terus bergerak turun hingga ke level Rp 3.600 per saham pada perdagangan kemarin, Kamis (20/2).

Harga saham emiten berkode TLKM ini kemudian menguat di sesi penutupan di posisi Rp 3.630 per saham. Karena itu, kapitalisasi saham Telkom turun hingga Rp 22 triliun dalam 8 hari atau terhitung sejak statement Menteri BUMN yang akan menceraikan Telkomsel dari Telkom.

Sebelumnya kapitalisasi pasar Telkom Rp 381 triliun, kemudian turun menjadi Rp 359 triliun. Sejumlah pelaku pasar menyatakan investor cenderung khawatir dengan statement Menteri BUMN Erick Thohir yang akan menceraikan Telkomsel dari Telkom. Meski belakangan Erick Thohir mengungkapkan tak bakal melepaskan Telkomsel dari Telkom.

Terkait pelemahan saham Telkom, pengamat pasar modal Satrio Utomo menyatakan memang ada kekhawatiran dari pelaku pasar atas statement dari Menteri BUMN. Bagaimanapun, hal itu semakin menambah tekanan terhadap saham TLKM yang belakangan ini tengah menurun.

"Ada pengaruhnya. Kalau memang diceraikan ya bisa parah dampaknya ke Telkom. Ini berpengaruh ke harga saham," ujarnya pekan ini.

Satrio menyatakan, selain karena tekanan akibat statement Menteri BUMN, pelemahan saham Telkom tersebut juga dikontribusi sejumlah hal. Salah satunya investor asing yang masih melepas kepemilikannya di Telkom. Pada saat yang sama investor domestik belum mampu menyerap saham yang dilepas asing.

Hal lainnya, kondisi pasar yang masih terpengaruh sentimen negatif oleh virus Corona juga ikut berkontribusi terhadap pelemahan saham emiten ini. "Nanti kalau bursa sudah membaik, saham Telkom juga bisa kembali menguat," jelas Satrio. Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) Erick Thohir “menyentil” gaya bisnis PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk yang dianggapnya belum mengikuti perkembangan zaman. Menurut Erick, justru saat ini dividen Telkom malah lebih banyak dihasilkan dari anak usahanya, yakni PT Telkomsel.

“Enak sih Telkom-Telkomsel dividen revenue digabung hampir 70 persen, mendingan enggak ada Telkom. Langsung aja Telkomsel ke BUMN, dividennya jelas,” ujar Erick di Jakarta, Rabu (12/2).

Namun belakangan Erick Thohir menyatakan tidak akan melepaskan Telkomsel dari Telkom. Pernyataan dia sebelumnya hanya untuk memotivasi agar BUMN tersebut bisa lebih inovatif. (Kompas.com/d)

Berita Terkait

Ekonomi

Pedagang di Tapteng Sebut Harga Komoditas Belum Stabil

Ekonomi

Kinerja 100 Hari, Polrestabes Medan Ringkus 718 Tersangka Narkoba. Sita 156 Kg Sabu

Ekonomi

Polda Sumut Intensifkan Patroli Subuh Selama Ramadhan

Ekonomi

Ramadan 1447 H, Pemkab Labura Ajak 8 Ustadz Kunjungi Delapan Masjid

Ekonomi

Sungai Simanggar Alami Sedimentasi, Bupati Batubara Minta Penanganan Cepat PSDA Provinsi Sumut

Ekonomi

Sebulan Diburon, Polsek Tanjungmorawa Tangkap Pelaku Curanmor