Medan (SIB)
Harga emas naik 100 dolar menjadi 1.660 dolar AS (Amerika Serikat ) per once troy dari 1.560 dolar AS per once troy menyusul isu penyebaran virus corona. Kenaikan harga emas sangat signifikan seiring kekhawatiran baru terkait penyebaran virus corona ke sejumlah negara. “Para medis mengatakan, penyebaran virus corona seperti flu biasa, menakutkan pelaku pasar,†ungkap pengamat Ekonomi Gunawan Benyamin kepada wartawan, Selasa (25/2).
Disebutnya, dalam sepekan terakhir harga emas mengalami kenaikan lebih dari 6% atau sekitar Rp 1,37 juta per once. Kenaikan ini sangat fantastis, karena terjadi di saat indeks bursa saham dunia mengalami penurunan.
“Emas lebih memberikan keuntungan dibandingkan aset lainnya. Tak heran, pelaku pasar benar-benar memanfaatkan kasus penyebaran virus corona untuk membeli emas,†ujarnya.
Bahkan, katanya, harga emas dalam negeri semakin tinggi kenaikannya, menyusul rupiah melemah di saat harga emas mengalami kenaikan. Sekitar 7â€"10 hari lalu, emas bertengger di kisaran 1.560 dolar AS per once troy dan saat itu rupiah masih Rp13,670 per dolar AS. Emas saat itu senilai Rp 687 ribuan per gram.
“Sekarang harga emas 1.660 dolar AS per once troy, sementara rupiah di level 13.955,45 per dolar AS atau setara Rp 800 ribuan per gram. Harga emas dalam rupiah lebih mahal dibanding kenaikan harga emas global,†ujarnya.
Harga emas lokal mengalami kenaikan sekitar 8%, sementara harga emas dunia naik 6%. Tren harga emas diperkirakan terus naik jika penyebaran virus corona kian memburuk.
“Investor diharapkan bijak menanggapi isu tersebut dan sebaiknya mewaspadai kemungkinan aksi profit taking yang bisa kapan saja terjadi,†kata Benyamin. (M2/q)