Medan (harianSIB.com)Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara mengatakan, pada April 2024, nilai transaksi
saham di provinsi ini mencapai Rp6,76 triliun, dengan total transaksi dari Januari hingga April 2024 sebesar Rp27,09 triliun.
Kepala OJK Sumut Khoirul Muttaqien, dalam siaran pers tertulis, Sabtu (20/7/2024), mengatakan, peningkatan signifikan jumlah investor mencapai 583.449 akun (SID), naik 16,96 % yoy.
Reksadana menjadi instrumen investasi dominan, sementara saham tumbuh 21,47 % yoy.
Kepemilikan saham di Sumatera Utara mengalami sedikit penurunan 0,08 % yoy, dengan penurunan 0,36 % untuk investor perorangan dan peningkatan 1,39 % untuk institusi.
Pengumpulan modal melalui pasar modal mencapai Rp2,28 triliun, melibatkan IPO, obligasi dan securities crowdfunding.
Satu perusahaan dari sektor Jasa Kesehatan diidentifikasi akan melakukan IPO pada 2024, meningkatkan peluang investasi di daerah tersebut.(**)