Medan (harianSIB.com) Pengamat Ekonomi Sumatera Utara,
Gunawan Benyamin, memprediksi
inflasi Desember 2024 di
Sumatera Utara hanya akan mencapai 0,33%. Angka ini mendekati batas bawah target
Bank Indonesia, yaitu 2,5% minus 1%.
"Meski menunjukkan stabilitas harga, rendahnya inflasi ini sekaligus mengindikasikan lemahnya daya beli masyarakat," ujar Gunawan, Senin (30/12/2024).
Gunawan menjelaskan, selama Desember, beberapa harga bahan pokok mengalami kenaikan, seperti daging ayam yang kini mencapai Rp32.000-Rp37.000/kg, telur ayam yang naik Rp100 per butir, serta cabai merah yang berada di kisaran Rp40.000/kg akibat tingginya permintaan dan gangguan pasokan.
Namun, penurunan signifikan pada harga tomat, dari Rp18.000/kg menjadi Rp6.000/kg, turut memberikan kontribusi terhadap deflasi.
"Situasi ini serupa dengan kondisi selama pandemi Covid-19. Meski baik untuk menjaga stabilitas harga, rendahnya inflasi menunjukkan lemahnya daya beli masyarakat. Hal ini perlu menjadi perhatian pemerintah dan pelaku usaha," tambahnya.
*Pasar Tradisional Ramai di Akhir Tahun*
Sementara itu, menjelang pergantian tahun, Pusat Pasar dan sejumlah pasar tradisional di Medan terlihat dipenuhi aktivitas masyarakat. Konsumen berbondong-bondong membeli kebutuhan pokok meski harga bahan pokok mengalami kenaikan.
Winda, seorang ASN di Dinas Sosial Sumut, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap lonjakan harga bahan pokok.
"Saya hanya belanja secukupnya untuk menghemat di tahun 2025. Pengeluaran harus disesuaikan dengan penghasilan, apalagi tahun depan disebut-sebut akan sulit secara ekonomi," ujarnya saat ditemui di Pasar Palapa Pulobrayan, Senin sore. (*)