Medan (harian SIB.com)Pasar keuangan global mengalami guncangan setelah
Amerika Serikat menaikkan
tarif impor baja dan aluminium sebesar 25%. Kebijakan ini semakin memperburuk ketegangan dalam
perang dagang dengan
Tiongkok.
Ketidakpastian tersebut berdampak pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang melemah 1,4% ke level 6.648,142. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih sebesar Rp514 miliar, menurut Pengamat Ekonomi dan Keuangan Gunawan Benyamin, Senin (10/2/2025).
Di sisi lain, nilai tukar Rupiah turut terdepresiasi ke Rp16.340 per dolar AS. Pelemahan ini dipengaruhi oleh data ekonomi domestik yang kurang menggembirakan, termasuk penurunan penjualan kendaraan bermotor sebesar 6% pada Januari 2025.
Sementara itu, harga emas melonjak ke rekor tertinggi, mencapai 2.901 dolar AS per ons troy atau setara dengan Rp1,53 juta per gram. Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Pelaku pasar kini menantikan pidato Gubernur The Fed serta rilis data inflasi AS, yang diperkirakan akan menjadi faktor utama dalam menentukan arah kebijakan moneter ke depan. (*)