Medan
(harianSIB.com)Harga
cabai kembali bergejolak tajam sepanjang pekan ini. Usai menembus Rp90.000-Rp100.000 per kg di awal pekan, harga
cabai merah anjlok hingga Rp46.000 per kg pada perdagangan kemarin. Tak lama berselang, harga kembali merangkak ke kisaran Rp50.000-Rp65.000 per kg, bahkan sempat naik ke Rp60.000 per kg di sejumlah pasar, Kamis (11/9/2025).Pengamat Ekonomi
Gunawan menilai fluktuasi ekstrem ini menciptakan ketidakpastian bagi pedagang. "Pedagang yang kemarin terpaksa menjual di Rp46.000 per kg, hari ini sudah melepas
cabai merah dengan harga Rp60.000 per kg. Selisihnya terlalu jauh untuk ditanggung," ujarnya.
Gejolak harga di tingkat konsumen ternyata sejalan dengan situasi di level pedagang besar. Penurunan produksi cabai di Sumut akibat musim panen yang menurun memperketat pasokan. Kondisi ini diperparah oleh meningkatnya permintaan dari Jawa yang ikut menyedot stok cabai dari Sumatera.
Selama ketergantungan pada pasokan luar daerah masih tinggi, volatilitas harga cabai diperkirakan akan terus berlanjut. Situasi ini membuat pedagang besar berada di posisi rawan merugi. Mereka harus cermat membaca pergerakan pasar sebelum melepas barang.
"Ibaratnya, berdagang cabai sekarang seperti trading saham, berisiko tinggi tapi bisa untung besar kalau tepat waktu," ungkap seorang pedagang di Medan.
Selain cabai merah, harga cabai hijau juga ikut bergoyang di kisaran Rp50.000-Rp60.000 per kg. Sementara cabai rawit relatif lebih stabil di sekitar Rp40.000 per kg.(**)