Jakarta(harianSIB.com)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis 0,2% ke level 7.899 pada perdagangan Selasa (16/9/2025). Kenaikan ini ditopang oleh pergerakan positif sejumlah saham tambang dan rokok, meski saham perbankan besar justru menjadi penekan indeks.
Saham BUMI, BRMS, ANTM, HMSP, dan GGRM menjadi motor penguatan, sementara BBNI, BBCA, BBRI, dan BMRI melemah dan menahan laju IHSG.
Namun, berbeda dengan IHSG, nilai tukar Rupiah melemah ke Rp16.435 per dolar AS setelah sempat menguat ke Rp16.360. Kondisi ini terjadi di tengah imbal hasil obligasi AS yang cenderung datar dan indeks dolar yang justru turun.
Baca Juga: Pemko Tebingtinggi Gelar Pasar Pengendalian Harga, Beras Dijual Rp58 Ribu per 5 Kg "Pelemahan rupiah lebih disebabkan oleh sikap wait and see pelaku pasar, yang menanti keputusan suku bunga
Bank Indonesia dan
The Fed," kata
Pengamat Ekonomi Gunawan Benyamin, Selasa sore (16/9/2025).
Sementara itu, harga emas dunia kembali mencetak rekor baru, menembus 3.695 dolar AS per troy ons atau sekitar Rp1,96 juta per gram. Kenaikan ini kian mendekatkan emas ke level psikologis 3.700 dolar AS, didorong meningkatnya minat investor terhadap aset aman (safe haven).(**)