Medan(harianSIB.com)
Pasar saham Asia pada perdagangan Jumat (19/9/2025) ditutup beragam tanpa adanya agenda ekonomi besar. IHSG sendiri bergerak dalam rentang 7.983 hingga 8.051 dan akhirnya ditutup di level tertingginya. Sejumlah saham seperti BRPT, PTRO, BBCA, ANTM hingga CDIA menopang penguatan, meski sebagian saham perbankan seperti BBNI, BBRI dan BBCA sempat terkoreksi.
Namun, penguatan IHSG bertolak belakang dengan kinerja Rupiah yang justru melemah ke level 16.585 per dolar AS. Rupiah sempat bergerak di kisaran 16.490 hingga 16.595 sebelum tekanan mereda mendekati level 16.600. Menurut ekonom Gunawan Benyamin, pelemahan Rupiah dipengaruhi oleh kondisi likuiditas berlebih di pasar, meski Bank Indonesia dan The Fed sama-sama memangkas suku bunga acuan.
Likuiditas jumbo yang digelontorkan pemerintah ke perbankan Himbara berpotensi mengalir ke pasar obligasi dan menekan Rupiah, sehingga kebijakan moneter longgar BI menjadi kurang efektif. Di sisi lain, harga emas dunia ditransaksikan naik ke level 3.658 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp1,96 juta per gram, seiring tingginya minat investor mencari aset aman. (*)
Baca Juga: Gugatan Tutut di PTUN Memanas: Menkeu Purbaya Klaim Dicabut, Pengacara Membantah Keras