Medan(harianSIB.com)
Pemantauan PIHPS (Pusat Informasi Harga Pangan Strategis) menunjukkan adanya selisih harga cabai merah yang cukup lebar antara Jambi dan Sumatera Utara. Rata-rata harga cabai merah di Jambi tercatat Rp64.500 per Kg, sementara di Sumut mencapai Rp83.600 per Kg, dengan selisih sekitar Rp19.100. Bahkan harga tertinggi di Sumut seperti di Siantar, Sibolga, dan Gunung Sitoli menembus Rp90.000 per Kg, lebih mahal dibanding harga tertinggi di Jambi, yakni Rp75.000 per Kg di Kabupaten Bungo.
Pengamat Ekonomi Gunawan Benyamin, Jumat (19/9/2025) mengatakan, perbedaan harga ini mengindikasikan potensi pasokan cabai merah dari Jambi yang cukup besar, sehingga harga di wilayah tersebut lebih rendah. Kondisi ini diperkirakan akan menahan tren kenaikan harga cabai merah di Sumut, dengan potensi koreksi Rp5.000 -Rp10.000 per Kg dalam sepekan ke depan. Apalagi Jambi termasuk salah satu sentra produksi cabai dengan luas lahan yang mampu mengimbangi produksi di Kabupaten Batubara.
Meski demikian, pergerakan harga di Sumut masih sangat dipengaruhi distribusi cabai dari luar daerah, terutama cabai kardus dari Jawa. Umumnya, harga di Sumut bagian timur seperti Medan, Langkat, dan Deli Serdang cenderung lebih rendah dibanding Sumut bagian barat seperti Karo, Nias, dan Tapanuli. Hal ini terkait pola distribusi, di mana cabai pegunungan Sumut lebih banyak mengalir ke pantai barat Sumut hingga Aceh, sementara di dataran rendah terjadi persaingan harga ketat akibat masuknya pasokan dari luar daerah. (*)
Baca Juga: Kunjungi RS Haji Medan, Sekda Provsu Togap Minta Sukseskan Probis untuk Masyarakat Sumut