Medan(harianSIB.com)
Harga emas batangan terus menanjak hingga menembus kisaran Rp2,4 juta per gram, mencatat kenaikan sekitar 27 persen hanya dalam dua bulan terakhir. Lonjakan tajam ini menjadikan emas sebagai instrumen investasi dengan imbal hasil tertinggi dibanding obligasi maupun tabungan bank.
Namun di balik keuntungan besar itu, Pengamat Ekonomi Gunawan Benyamin mengingatkan adanya sinyal waspada terhadap kondisi ekonomi global.
"Lonjakan harga emas ini terjadi di tengah meningkatnya tensi geopolitik, perang dagang antarnegara, dan ketidakpastian ekonomi global. Para investor, termasuk bank sentral, kini berbondong-bondong menjadikan emas sebagai instrumen safe haven," ujarnya, Kamis (16/10/2025).
Gunawan menjelaskan, sejarah menunjukkan kenaikan ekstrem harga emas kerap menjadi indikator awal terjadinya krisis ekonomi besar. Karena itu, tren saat ini perlu dicermati sebagai peringatan dini terhadap potensi gejolak ekonomi dunia yang dapat berdampak pada stabilitas ekonomi Indonesia.
Baca Juga: Ratusan Buruh Geruduk DPRD Sumut, Tuntut Penghapusan PPh 21 dan Kenaikan Upah Ia menambahkan, meski pengaruh
harga emas terhadap
inflasi nasional masih terbatas, risiko rambatan krisis global justru menjadi hal yang lebih perlu diantisipasi oleh pemerintah dan pelaku ekonomi domestik.(**)