Medan(harianSIB.com)
Setelah sempat menguat di awal sesi perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah dan ditutup melemah 1,04% ke level 8.152,553, setelah sempat menyentuh titik terendah di 8.141 pada akhir perdagangan.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, BBRI, BRMS, BMRI, dan TLKM tercatat menjadi penekan utama pelemahan indeks pada perdagangan Rabu (22/10/2025).
Pengamat ekonomi Gunawan Benyamin menjelaskan, pergerakan IHSG tersebut sejalan dengan tren pelemahan bursa regional Asia, yang turut terdampak oleh ketidakpastian global dan aksi ambil untung investor.
"Pelemahan IHSG tidak lepas dari tekanan global. Namun, keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% memberi sinyal stabilitas moneter dan membantu penguatan nilai tukar Rupiah," ujarnya.
Baca Juga: 230 Desa Ikuti Bimtek Koperasi Desa Merah Putih di Parapat: Dorong Penguatan Ekonomi Desa Berbasis Gotong Royong Rupiah tercatat menguat ke posisi Rp16.570 per dolar AS, setelah sempat melemah di atas Rp16.600 pada awal pekan.
Sementara itu, harga emas dunia mengalami tekanan seiring meningkatnya optimisme terhadap kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan China. Kedua pemimpin negara dijadwalkan bertemu pekan depan untuk membahas tarif perdagangan.