Medan(harianSIB.com)
Produksi cabai merah di Sumatera Utara (Sumut) tercatat surplus, namun sebagian besar hasil panennya justru dikirim ke luar daerah seperti Jawa, Batam, Kepulauan Riau, dan Aceh. Akibatnya, tidak semua masyarakat di Sumut bisa menikmati hasil melimpah tersebut.
"Produksi cabai Sumut cukup berlimpah, hanya saja banyak yang dikirim ke luar daerah," ujar Sekretaris Dinas Pertanian Sumut, Yusfahri Perangin-angin, kepada wartawan di Medan, Rabu (23/10/2025).
Hingga Oktober 2025, total produksi cabai merah di Sumut mencapai 17.000 ton, sementara kebutuhan masyarakat sekitar 9.000 ton. Dengan demikian, terjadi surplus sekitar 8.000 ton.
Meski begitu, pengiriman ke luar daerah membuat pasokan di pasar lokal tidak selalu stabil. Untuk menjaga ketersediaan cabai dan menekan harga agar tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), Pemprov Sumut berencana mendorong kerja sama antara BUMD dan petani lokal.
Baca Juga: Kapolrestabes Medan Jalin Silaturahmi dengan PGI-D: Perkuat Sinergi Jaga Toleransi "Harapannya, sebagian besar hasil panen nantinya bisa dipasarkan di Sumut sehingga masyarakat ikut merasakan manfaatnya," tambah Yusfahri.
Cabai merah asal Sumut selama ini diminati pasar luar daerah karena dikenal memiliki rasa lebih pedas dan segar dibandingkan cabai dari wilayah lain.(**)