Medan(harianSIB.com)
Tidak ada agenda ekonomi besar yang diperkirakan memengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (28/11/2025).
Pasar saham Asia pada sesi pagi terpantau bergerak mendatar (sideways) dengan kecenderungan melemah. IHSG juga mengikuti pola serupa, sempat menyentuh level 8.555 sebelum kembali bergerak fluktuatif di dua zona secara bergantian.
Demikian disampaikan Analis Pasar Modal Gunawan Benyamin kepada wartawan, Jumat (28/11/2025).
IHSG, jelasnya, dinilai berpeluang besar mengikuti tren bursa Asia hingga akhir pekan. Sementara itu, nilai tukar Rupiah pada pembukaan perdagangan bergerak melemah tipis ke posisi Rp16.640 per dolar AS. Kondisi ini terjadi di tengah dolar AS yang juga bergerak stabil, tanpa dorongan kuat dari imbal hasil Treasury maupun indeks dolar yang cenderung mendatar.
Baca Juga: IHSG Menguat 0,94 Persen, Rupiah Stabil dan Emas Bergerak Terbatas Gunawan memproyeksikan
IHSG dan Rupiah akan terus bergerak
sideways hingga akhir pekan karena minimnya rilis
data ekonomi. Situasi tersebut membuat pelaku pasar cenderung bersikap wait and see, sementara keputusan investasi lebih bertumpu pada sentimen teknikal.
Berbeda dengan pasar saham dan Rupiah, harga emas mencatat penguatan signifikan. Spekulasi pasar mengenai kemungkinan penurunan suku bunga acuan Bank Sentral AS mendorong harga emas global naik ke level 4.188 dolar AS per ons troi, atau sekitar Rp2,25 juta per gram.
Editor
: Robert Banjarnahor