Jakarta(harianSIB.com)
Di tengah tantangan global pengelolaan energi, Indonesia terus memperkuat ketahanan energi nasional sejalan dengan Asta Cita Pemerintah.
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina fokus meningkatkan efisiensi rantai pasok melalui integrasi infrastruktur gas bumi guna mengoptimalkan pemanfaatan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Gas bumi dinilai memiliki peran strategis sebagai energi transisi menuju target Net Zero Emission 2060.
Baca Juga: Kawal Misi Kemanusiaan, Dirut PGN Turun Langsung Serahkan Bantuan Bencana Aceh dan Sumatera Utara Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, dalam siaran tertulisnya, Senin (22/12/2025) menyampaikan bahwa pengurangan ketergantungan terhadap batu bara mendorong meningkatnya peran gas bumi sebagai energi perantara, baik untuk pembangkit listrik, sektor industri, maupun sebagai bahan baku.
Sejalan dengan itu, Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Hery Murahmanta, menjelaskan PGN menjalankan strategi transisi energi melalui tiga pilar G-A-S, yakni Grow dengan penguatan infrastruktur gas bumi, Adapt melalui pengembangan bisnis LNG dan total solutions energy services, serta Step Out melalui hilirisasi gas ke sektor petrokimia dan green energy.
Editor
: Wilfred Manullang