Medan (harianSIB.com)
Kecamatan Sipahutar, Kabupaten Tapanuli Utara, dikenal sebagai penghasil buah nenas terbesar di Sumatera Utara dengan kontribusi mencapai 98,51 persen. Selebihnya sentra penghasil nenas dari Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Samosir, Karo dan Kabupaten Simalungun.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, Yusfahri Peranginangin, mengatakan, produksi nenas hingga triwulan III 2025 mencapai 1.662.422 kuintal atau 166.244 ton, meningkat 2,94 persen dibandingkan 2024.
"Nenas Sipahutar dikenal memiliki rasa manis dan gurih, dengan masa panen 12–18 bulan setelah tanam," ujarnya kepada harianSIB.com, Selasa (6/1/2026).
Pemasaran nenas Sipahutar masih didominasi pasar lokal Sumut. Kalau di Medan pemasarannya terutama mangkal di kawasan Medan seperti Pasar Cemara, Jalan Kapten Muslim, AR Hakim, Pusat Pasar Setia Budi, dan sekitar Medan Mall dengan mangkal truk pembawa buah nenas itu di pinggiran jalan.
Baca Juga: Banyak Kepala OPD Kosong, Wali Kota Medan Akan Isi Pejabat Berkompeten "Dua atau tiga hari sekali truk silih berganti dari asalnya berdagang tiba di pinggir jalan di Medan," ujar salah seorang pekerja sambil menyebutkan nenas asal Sipahutar laris manis.
Sejak Desember 2025, harga nenas terus merangkak naik dari Rp12.000 menjadi Rp25.000 per buah ukuran sedang, bahkan Rp30.000 untuk ukuran besar. Kenaikan harga dipicu tingginya permintaan, sehingga pedagang kerap melakukan pemesanan lebih awal untuk menjaga ketersediaan stok.