Medan(harianSIB.com)
Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (Ketapang) Provinsi Sumatera Utara mencatat produksi padi sepanjang Januari–Desember 2025 (perkiraan) mencapai 3.709.037 ton gabah kering panen (GKP) atau setara sekitar 2.361.915 ton beras.
Sementara itu, kebutuhan beras Sumatera Utara pada periode Januari hingga Desember 2025 tercatat sebesar 1.720.687 ton. Dengan demikian, Sumatera Utara mengalami surplus beras sekitar 641.228 ton.
Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Dinas Ketapang Sumut, Yusfahri Peranginangin, Jumat (9/1/2026). Ia menyebutkan, kabupaten sentra produksi padi di Sumatera Utara antara lain Serdang Bedagai dengan produksi 437.485 ton GKP, Deli Serdang 405.026 ton GKP, Mandailing Natal (Madina) 327.939 ton GKP, Simalungun 323.862 ton GKP, serta Tapanuli Utara (Taput) 256.180 ton GKP.
Menurut Yusfahri, produktivitas padi di Sumatera Utara berada pada kisaran 5,1–5,2 ton per hektare. Namun, pada lahan beririgasi, produktivitas berpotensi lebih tinggi, yakni mencapai 7–8 ton per hektare. Dari setiap 100 kilogram gabah kering panen, rata-rata dapat dihasilkan sekitar 55–60 kilogram beras.
Baca Juga: RE Nainggolan Apresiasi Gubernur Sumut dan Kajati Terima Satya Lencana Wirakarya dari Presiden Ia menambahkan, Sumatera Utara berhasil menjaga swasembada beras karena pemerintah terus menjalankan strategi intensifikasi melalui penggunaan benih unggul, perbaikan irigasi, serta pengendalian hama. Selain itu, strategi ekstensifikasi juga dilakukan melalui pencetakan lahan pertanian baru.
"Capaian produksi tahun ini mampu menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di pasar," ujar Yusfahri.