Medan(harianSIB.com)
Standard Chartered Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus melayani nasabah sekaligus mendukung masyarakat di Sumatra melalui tiga inisiatif utama yang digelar di Medan. Ketiga inisiatif tersebut meliputi relokasi kantor cabang Medan, penyelenggaraan acara World of Wealth (WoW) 2026, serta penyaluran donasi untuk mendukung pemulihan pascabencana di Sumatra.
Sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan, Standard Chartered Indonesia merelokasi kantor cabang Medan dari Jalan Imam Bonjol No. 17 ke lokasi baru di URU Building Lantai Dasar, Jalan Imam Bonjol No. 23, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan. Kantor cabang di lokasi baru ini telah mulai beroperasi sejak 1 Desember 2025 dan diresmikan secara resmi pada 27 Januari 2026.
Kantor cabang Medan yang baru mengusung konsep modern dan kontemporer dengan suasana profesional. Fasilitas yang disediakan antara lain counter khusus Priority Banking untuk layanan yang lebih cepat dan personal, area tunggu yang nyaman, serta ruang pertemuan privat guna menunjang diskusi yang lebih eksklusif dengan nasabah.
Selain relokasi kantor cabang, Standard Chartered Indonesia juga menyelenggarakan acara tahunan World of Wealth 2026 di Medan pada 26 Januari 2026. Acara ini dihadiri para nasabah Priority dan Priority Private Standard Chartered, dengan fokus pembahasan pada dinamika pasar global yang semakin kompleks.
Baca Juga: Lahan 28 Perusahaan Dicabut Izinnya akan Dikelola Danantara Mengangkat tema "Empower Your Journey: Today, Tomorrow, Forever," diskusi panel menghadirkan Freddy Tedja, Head of Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, dan Michael T. Tjoajadi, Presiden Direktur PT Schroder Investment Management Indonesia. Diskusi tersebut dimoderatori oleh Tandy Cahyadi, Head of Affluent Segment, Distribution & Wealth Solutions, Standard Chartered Indonesia.
Para panelis membahas prospek ekonomi global, regional dan domestik pada 2026, peluang investasi lintas kelas aset, serta strategi pengelolaan portofolio di tengah valuasi pasar yang relatif tinggi. Diskusi juga menekankan pentingnya keseimbangan antara risiko dan imbal hasil, diversifikasi investasi, serta penyesuaian strategi dengan profil risiko dan tujuan keuangan jangka panjang nasabah.