Medan(harianSIB.com)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat pada menit-menit akhir perdagangan setelah seharian bergerak di zona merah. IHSG ditutup naik 0,05 persen ke level 8.980,23, Selasa (27/1/2026).
Penguatan IHSG ditopang sejumlah saham berkapitalisasi besar dan menengah, di antaranya BUMI, GOTO, TLKM, DEWA, hingga JPFA. Sepanjang sesi perdagangan, IHSG sempat menyentuh level terendah di 8.873 sebelum akhirnya ditutup di level tertingginya, seiring dengan penguatan mayoritas bursa saham Asia.
Analis Pasar Modal Gunawan Benyamin mengatakan, penguatan IHSG juga didukung oleh pergerakan nilai tukar rupiah yang kembali menguat di pasar valuta asing.
"Rupiah menguat ke level Rp16.760 per dolar AS setelah sempat melemah hingga Rp16.805 per dolar AS sepanjang hari perdagangan," ujar Gunawan, Selasa (27/1/2026).
Baca Juga: Memanasnya Kondisi Geopolitik Global, Harga Emas Rp2,7 Juta/Gram Menurutnya, penguatan rupiah terjadi di tengah pergerakan Indeks
Dolar AS yang relatif mendatar di kisaran 97,12. Kondisi ini berlangsung meskipun imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury) sempat mengalami pemulihan pada sesi perdagangan Selasa pagi.
Sementara itu, harga emas dunia kembali melanjutkan tren kenaikan. Logam mulia tersebut diperdagangkan di level 5.091 dolar AS per ons troy, didorong oleh ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.