Medan(harianSIB.com)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami koreksi signifikan hingga memicu penghentian sementara perdagangan, sebelum akhirnya berbalik arah seiring langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyiapkan aturan baru terkait free float sebagai respons atas evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak sangat volatil di rentang 7.481 hingga 8.296, namun pada penutupan Kamis sore (29/1/2026) tetap melemah 1,06% di level 8.232,201.
Tercatat 521 saham ditutup melemah dan 214 saham menguat. Saham-saham besar yang tertekan antara lain BUMI, TLKM, ANTM, BBNI, dan EXCL, sementara BBCA, BBRI, BMRI, BREN, serta AMMN mampu berbalik menguat dan menopang indeks, menjaga optimisme pasar.
Sementara itu, nilai tukar Rupiah masih berada di zona merah dengan penutupan di level Rp16.745 per dolar AS, setelah sempat melemah hingga Rp16.790 per dolar AS.
Baca Juga: IHSG dan Rupiah Berbalik Menguat, Emas Dekati US$5.100 per Ons Meski demikian, pergerakan
Rupiah relatif lebih stabil dibandingkan IHSG, seiring kinerja dolar AS yang belum sepenuhnya didukung potensi sikap hawkish Bank Sentral Amerika Serikat.
Di sisi lain, harga emas dunia tercatat terkoreksi tipis di level 5.507 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,97 juta per gram, namun masih bertahan di atas level psikologis 5.500 dolar AS setelah sebelumnya menyentuh 5.530 dolar AS pada sesi perdagangan pagi,ujar Gunawan.(*)
Editor
: Wilfred Manullang