Medan(harianSIB.com)
Pasar keuangan domestik ditutup melemah seiring tekanan eksternal yang menguat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 0,53 % dan berakhir di level 8.103,87, atau hanya sedikit di atas posisi terendah intraday 8.102. Hal ini disampaikan Ekonom Gunawan Benyamin,Kamis (5/2/2026).
Disebutnya, pelemahan bursa saham Asia turut menyeret kinerja IHSG, sementara nilai tukar Rupiah tertekan dan ditransaksikan melemah hingga kisaran 16.825 per dolar AS. Tekanan terhadap Rupiah dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah dunia, penguatan indeks dolar AS, serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury).
Baca Juga: Ekspor Sumut 2025 Tumbuh 14,78 Persen, Tiongkok Masih Tujuan Utama Dari sisi domestik, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara kumulatif mencapai 5,11 %, relatif sejalan dengan ekspektasi pasar di kisaran 5 % sehingga belum mampu menjadi katalis penguatan aset keuangan. Di sisi lain, sentimen
global masih membayangi pasar menyusul meningkatnya spekulasi penundaan pemangkasan suku bunga The Fed seiring pernyataan bernada hawkish sejumlah pejabat bank sentral AS. Kondisi tersebut juga menekan harga
emas yang kembali terkoreksi dan diperdagangkan di kisaran 4.882 dolar AS per ons troy, atau Rp2,65 juta per gram. Sementara investor cenderung memburu aset aman berbasis dolar AS di tengah ketidakpastian
global.(*)