Medan(harianSIB.com)
Pasar keuangan global bergerak melemah seiring meredanya tensi geopolitik Timur Tengah. Harga emas dunia terkoreksi ke kisaran 4.718 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,6 juta per gram, dipicu kabar Iran dan Amerika Serikat membuka jalur perundingan di Oman yang menekan minat terhadap aset lindung nilai.
Hal ini disampaikan Ekonom Gunawan Benyamin,Jumat (6/2/2026). Disebutnya, di pasar valuta asing, rupiah pada perdagangan pagi ini melemah ke level Rp16.880 per dolar AS, seiring penguatan indeks dolar AS ke posisi 97,93, dengan pergerakan diperkirakan berada di kisaran Rp16.800–Rp16.930 per dolar AS.
Baca Juga: Rupiah Melemah ke 16.800, Harga Emas Rp2,65 Juta/Gram Dari dalam negeri, sentimen negatif datang setelah Moody's menurunkan outlook peringkat Indonesia dari stabil menjadi negatif, meski peringkat kredit tetap dipertahankan. Kabar ini membebani kinerja rupiah dan Indeks Harga
Saham Gabungan (IHSG) yang pada pembukaan perdagangan terpantau melemah ke level 7.945 dan terkoreksi lebih dari 2 persen, di tengah kekhawatiran pelaku pasar terhadap risiko global meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 tercatat 5,11 %.(**)