Medan(harianSIB.com)
Harga emas dunia kembali menguat setelah sempat terpuruk hingga 4.640 dolar AS per ons troy pada awal pekan lalu. Di akhir pekan, emas ditransaksikan di kisaran 4.968 dolar AS per ons troy, mendekati level psikologis 5.000 dolar AS per ons troy, seiring meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Analis Pasar Modal Gunawan Benyamin, Minggu (8/2/2026), menyebutkan kedua negara belum mencapai kesepakatan dan pasar kini lebih mengkhawatirkan potensi pecahnya konflik.
Selain faktor geopolitik, memburuknya data ekonomi AS, termasuk klaim pengangguran awal yang mencapai 231 ribu pada Januari, turut memicu spekulasi pemangkasan suku bunga The Fed dan menopang penguatan emas.
Gunawan memproyeksikan harga emas masih berpotensi naik hingga 5.750 dolar AS per ons troy tahun ini, terutama jika tensi geopolitik semakin memburuk.
Baca Juga: Sentimen MSCI dan Bursa Asia Angkat Pasar, Rupiah, IHSG Hingga Emas Kompak Menguat Dalam rupiah,
harga emas diperkirakan dapat bergerak di kisaran Rp3,2 juta hingga Rp3,4 juta per gram pada 2026 saat situasi politik global memanas.
Saat ini, harga emas domestik masih berada di rentang Rp2,6 juta hingga Rp2,8 juta per gram. Masyarakat disarankan tetap memantau perkembangan global dan mempertahankan emas sebagai instrumen lindung nilai. (*)
Editor
: Wilfred Manullang