Medan(harianSIB.com)
Harga emas dunia pada perdagangan Jumat sore (20/2/2026) menguat ke level 5.031 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,74 juta per gram. Kenaikan emas didorong memanasnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, yang meningkatkan minat investor terhadap aset safe haven. Jika tensi geopolitik terus memburuk, harga emas berpeluang melanjutkan tren penguatannya.
Ekonom Gunawan Benyamin,Jumat sore (20/2/2026) mengatakan, IHSG ditutup melemah tipis 0,03 persen di level 8.271,76 pada perdagangan akhir pekan setelah sempat bergerak di dua zona berbeda. Sejumlah saham seperti BUMI, ANTM, ASII, HMSP hingga TINS menjadi pemberat indeks. Pelemahan IHSG lebih dipicu tekanan bursa Asia serta pelemahan Rupiah di awal sesi perdagangan.
Rupiah sempat tertekan hingga ke level Rp16.880 per dolar AS, namun berbalik menguat seiring pergerakan IHSG yang sempat masuk zona hijau meski akhirnya kembali ditutup di zona merah. Tekanan eksternal dinilai lebih dominan memengaruhi pasar dibandingkan sentimen domestik. Di tengah kondisi tersebut, pasar justru dikejutkan oleh rilis data neraca pembayaran Indonesia yang mencatat defisit sebesar 7,5 miliar dolar AS. Secara fundamental, data ini berpotensi menjadi sentimen negatif, namun Rupiah relatif stabil dan tidak menunjukkan tekanan berlebihan.(*)
Baca Juga: Pemkab Deliserdang Rencana Relokasi Pelaku UMKM yang Berjualan di Simpang Kayu Besar