Medan(harianSIB.com)
Harga emas dunia pada perdagangan Selasa (24/2/2026) bergerak relatif stabil di kisaran 5.173 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,81 juta per gram. Prospek penguatan emas dinilai masih terbuka seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Analis Pasar Modal Gunawan Benyamin, Selasa (24/2/2026), mengatakan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat berpotensi memicu konflik terbuka sehingga mendorong investor memburu emas sebagai aset safe haven.
"Jika tensi geopolitik terus meningkat, harga emas berpeluang menembus 5.300 dolar AS per ons troy," ujarnya.
Menurutnya, ketidakpastian pasar juga dipicu kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menaikkan tarif impor global sebesar 15 persen. Kebijakan tersebut memicu protes dari Uni Eropa dan menambah tekanan pada perekonomian global.
Baca Juga: Neraca Pembayaran Defisit 7,5 Miliar Dolar AS, Rupiah Menguat dan Emas Rp2,74 Juta/Gram. Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam 1,37 persen ke level 8.280,833, meski mayoritas bursa Asia tercatat menguat.
Pelemahan IHSG dipicu tekanan pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, di antaranya PT Bumi Resources Tbk (BUMI), Bank Central Asia (BBCA), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).