Medan(harianSIB.com)
Harga emas melonjak setelah perang antara Amerika Serikat dan Iran pecah. Emas mendekati level psikologis 5.300 dolar AS per ons troy atau berada di kisaran 5.287 dolar AS per ons troy, setara sekitar Rp2,9 juta per gram.
Kenaikan terjadi di tengah memburuknya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang mendorong pelaku pasar mencari aset safe haven.
Meski demikian, harga yang terbentuk saat ini merupakan harga di akhir pekan ketika pasar global sedang libur. Analis memperkirakan pergerakan emas berpotensi kembali menguat bahkan melonjak tajam saat perdagangan dibuka pada Senin, seiring respons pasar terhadap eskalasi konflik yang terus berkembang.
Baca Juga: Perang Israel-AS vs Iran Bisa Picu Harga Emas Dunia Tembus 6.000 Dollar AS Ekonom
Gunawan Benyamin mengatakan hal itu, Minggu (1/3/2026). Ia menyampaikan proyeksi harga emas berpeluang menembus 5.750 dolar AS per ons troy jika eskalasi perang terus memburuk.
Serangan Iran dilaporkan meluas ke negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS. Ketegangan berpotensi meningkat, termasuk di kawasan Selat Hormuz, sehingga membuka peluang emas bertahan di zona hijau dan melanjutkan tren kenaikan. (*)