Washington(harianSIB.com)
Harga minyak melonjak tajam pada pembukaan perdagangan Asia, Senin (2/3/2026), setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar ke Iran.
Pasar langsung memasukkan premi risiko lebih tinggi akibat kekhawatiran gangguan pasokan global.
Dikutip dari kompas.com, kontrak minyak mentah Brent sempat naik 13 persen ke 82 dollar AS per barel, dilaporkan Investing.com.
Nilai tersebut setara sekitar Rp 1.378.174 per barel dengan asumsi kurs 1 dollar AS sebesar Rp 16.807. Harga kemudian terkoreksi tipis setelah lonjakan awal.
Baca Juga: 148 Orang Tewas Dalam Serangan AS-Israel ke SD Putri Iran Serangan militer berlangsung sepanjang akhir pekan. Amerika Serikat dan Israel menggempur sejumlah target di Iran.
Iran membalas dengan meluncurkan rudal ke Israel serta beberapa negara Timur Tengah yang memiliki hubungan erat dengan Amerika Serikat, antara lain Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab.