Medan(harianSIB.com)
Harga minyak mentah dunia kembali mengalami kenaikan pada perdagangan Kamis ini (12/3/2026) meskipun pasar mendapat tambahan pasokan dari cadangan energi global. Badan Energi Internasional (IEA) melepas sekitar 400 juta barel minyak, sementara Amerika Serikat juga menggelontorkan sekitar 175 juta barel dari cadangan strategisnya. Langkah tersebut dilakukan di tengah ketegangan yang masih berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat, yang membuat harga minyak mentah jenis Brent tetap naik dan saat ini diperdagangkan di kisaran 98 dolar AS per barel, mendekati level 100 dolar AS.
Hal ini diungkapkan Ekonom Gunawan Benyamin,Kamis (12/3/2026).
Disebutnya, kenaikan harga minyak tersebut turut menekan kinerja pasar keuangan di kawasan Asia. IHSG yang sempat dibuka menguat di level 7.398 kini kembali bergerak di zona merah mengikuti pelemahan mayoritas bursa regional. Di sisi lain, nilai tukar rupiah juga ikut melemah dan ditransaksikan di kisaran Rp16.880 per dolar AS.
Sementara itu, harga emas dunia justru terkoreksi ke level sekitar 5.175 dolar AS per ons troy atau berada di kisaran Rp2,82 juta per gram. Lonjakan harga minyak memunculkan kekhawatiran terhadap potensi tekanan inflasi yang dapat mendorong bank sentral menahan suku bunga tinggi lebih lama, sehingga untuk sementara menahan laju penguatan emas meskipun secara fundamental logam mulia tersebut masih didukung oleh permintaan yang kuat di tengah ketidakpastian global.(*)
Baca Juga: Harga Emas Tembus Rp2,83 Juta Per Gram.